• home

SOP Budidaya Jagung Organik (SPO)

Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang sangat penting keberadaanya, terutama di daerah yang menjadikan jagung sebagai bahan pangan Utama. Nah berikut ada tata cara (SOP) budidaya Jagung secara Organik Versi SPO.

Artikel, Dasar Organik, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Organik, ROMA, ROTAN, Sayuran Organik, Tips dan Trik, Jagung Organik
Perlakuan Lahan :
  1. Dua minggu sebelum lahan ditanami tebarkan dolomit 1 ton / Ha secara merata
  2. Masukan pupuk kandang (ayam/sapi/kambing) sebanyak 2-4 ton / Ha kemudian kocor diatasnya dengan ROTAN 3 + TRICHODERMA (dosis 1 liter Rotan 3 + 1 Liter Tricho + gula 1 kg + air 200 liter)
  3. Bajak lahan sedalam 20-30 cm dan biarkan selama 5 hari
  4. Kocor dengan ROMA+Bawang putih+Tembakau+Cabe rawit+Kluwih dengan dosis 1 liter + 50 liter air, biarkan selama 5 hari
  5. Buat parit setiap jarak 3m dengan kedalaman 20 cm untuk drainase

Perlakuan benih :
  1. Benih biji rendam dengan air panas (70 derajat) selama 5-10 menit kemudian tiriskan
  2. Rendam benih ke dalam larutan ROTAN 3 + TRICHODERMA + PGPR (dosis 10 ml Rotan+10 ml Trichoderma+PGPR 10 ml+gula 3 sendok+air 1 liter) selama 12 jam

Penanaman benih :
  1. Tugal / bual lobang sedalam 3-5 cm dengan jarak antar baris 70-75 cm dan jarak dalam baris 20-25 cm
  2. Masukan benih satu lobang 1 biji
  3. Tutup lobang dengan pupuk kandang yang sudah di fermentasi sebelumnya
  4. ( pupuk kandang 100 kg + dedak 5 kg + ROTAN ½ liter + TRICHODERMA ½ liter + gula ½ kg cair+air 10 liter kemudan di tutup rapat selama 14 hari)
  5. Kocor lobang dengan campuran Rotan 10 ml + Trichoderma 10 ml + PGPR 100 ml + Gula 1 ons + air 14 liter / 1 tangki

Pemupukan :
  1. 3 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  2. 7 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif + Tricho (dosis 200 ml+air 14 liter)
  3. 15 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  4. 21 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif + Tricho (dosis 200 ml+air 14 liter)
  5. 27 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  6. 35 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  7. 40 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  8. 45 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  9. 60 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  10. 75 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)

Catatan :
  • Dengan perlakuan di atas insyaallah penyakit bulai tidak terjadi
  • Perlakuan ROMA+++ disesuaikan keadaan, jika ada indikasi hama/penyakit lakukan penyemprotan dengan dosis 200 ml + 14 liter air

Moga berhasil !!

Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/593478820770894/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara mengambil Auxin dari Kacang Tanah

Auxin adalah senyawa yang dicirikan oleh kemampuannya dalam mendukung terjadinya perpanjangan sel (cell elongation) pada pucuk, dengan struktur kimia dicirikan oleh adanya Indole Ring.

Salah satu tanaman yang mengandung Auxin adalah kacang tanah. nah berikut adalah cara  mengambil Auxin dari Kacang Tanah.

Artikel, Cara Pembuatan, Dasar Organik, Kompos, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Kacang Tanah, Auxin
By. Ayah Manjel Dech
  1. Ambil kacang tanah 1 ons, rendam dengan rotan selama 1-2 jam
  2. Tiriskan, kemudian simpan/tebar pada alas karung/handuk basah, selanjutnya tutup dengan plastik atau apa saja yg berwarna gelap dan jangan sekali kali terkena sinar matahari 
  3. Usahakan utuk tetap lembab selama sehari semalam, jika sudah keluar tunas akar/kecambah sepanjang 2-3 cm maka itu dah selesai
  4. Blender semuanya kemudian tambahkan air sebanyak 1 liter, biarkan selama 5-7 hari dalam keadaan tertutup

Dosis :
10 ml untuk air 1 liter, kocor pada tanaman (sayuran/horti) 100 ml per pohon
sebaiknya diaplikasikan pada pagi hari atau sore hari
Moga manfaat
Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/591116111007165/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara membuat Pupuk P (Posphat) dari Daun Kering

Pupuk NPK biaanya di dapatkan dari pupuk pabrikan yang biasa dijual di toko-toko pertanian. nah taukan anda bahwa pupuk phospat bisa dibuat sendiri dengan bahan yang tentunya mudah didapat dan sangat murah? nah berikut adalah cara yang bisa dicoba:

Artikel, Cara Pembuatan, Dasar Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Daun kEring, Pupuk Phospat
By. Ayah Manjel Dech
  1. Ambil sekarung daun-daun yg benar benar sudah kering karena jatuh dari pohon (wajib yg jatuh sendiri dari pohon), yang terbaik dari pohon2 jenis buah buahan dan berdaun agal lebar
  2. Remas remas sampai daun hancur kecil-kecil
  3. Masukan dalam drum/wadah apa saja kemudian beri air setinggi daun yang ada.
  4. Remas remas daun yg sudah ditambah air tersebut minimal 15 -30 menit
  5. Tutup drum/wadah .. biarkan selama 15 hari, usahakan setiap hari wadah di goyang goyangkan

Dosis :
1 liter + air 15 liter untuk kocor ke tanaman 2 minggu sekali
1 liter + urine 1 liter + sabut kelapa 1 liter jadi pupuk majemuk NPK yg cukup baik, dosis 1 gelas untuk 10 liter air
Moga manfaat

Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/591125344339575/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Merubah Pola Tanam Padi (Oryza sativa) Menjadi Organik

Padi atau (Oryza Sativa) merupakan tanaman berupa rumput berumpun.  Padi merupakan tanaman yang sangat penting. Hal ini dikarenakan makanan pokok di masyarakat di Indonesia adalah nasi yang berasal dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi (Oryza Sativa). Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. 
Artikel, Dasar Organik, Kompos, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Tips dan Trik, ROMA, ROTAN,
Padi (Oryza sativa)

CARA TANAM PADI POLA ORGANIC

(CATATAN: setelah 4 kali aplikasi panen mencapai 14.7 ton / ha)

Pengolahan Benih :

  1. Benih yg dipakai pada uji coba Ciherang, Mapan P05, Widas
  2. Rendam benih dengan air hangat selama 15 menit
  3. Rendam benih dengan ROMA selama 15 menit
  4. Rendam dengan ROTAN selama 24 jam
  5. Peram selama 2 jam
  6. Penyemaian sebaiknya di dalam nampan/baki/wadah kecil dg media tanah dan bokashi 1:1
  7. Usia penyemaian maksimum 14 hari

Pengolahan Lahan dan Management Lahan:

  1. Potong sisa-sisa tanaman padi yang masih tersisa sampai rata dengan tanah
  2. Taburkan Kapur / Dolomit ( 500 kg untuk 1 Ha )
  3. Hamparkan Jerami hasil panen secara merata di seluruh lahan, potong jerami menjadi 3-4 bagian (keb jerami 5 ton untuk 1 ha)
  4. Semprot dengan ROMA (Ramuan Organik Hama) (10 tutup untuk 14 liter air ) diamkan selama 3 hari.
  5. Rendam selama 3 – 4 hari
  6. Kemudian cangkul / bajak untuk membalikan tanah,
  7. Rendam dengan air selama 3 4 hari setinggi 10 cm.
  8. Taburkan Pupuk Organik / bokashi secara merata ( 2 ton untuk 1 ha)
  9. Rendam dengan air selama 3 4 hari
  10. Keringkan lahan kemudian wuluku / angler
  11. Buat dengan pola jajar legowo 35 – 35 – 35 – 35 – 40
  12. Tanam benih padi hasil penyemaian 1-2 batang, paling dalam 2 cm.
  13. Keringkan selama 2 hari
  14. Hari ke 3 beri air dengan tinggi 2 – 3 cm
  15. Lalandak pada hari ke 12
  16. Taburkan Pupuk Organik / bokashi ( 1 ton untuk 1 ha)
  17. Semprotkan ROTAN (Ramuan organik tanaman) dengan dosis 10 tutup untuk 15 liter air secara merata
  18. Keringkan selama 4 hari
  19. Beri air selama 10 hari
  20. Hari ke 35 Keringkan, lalandak yg kedua dengan arah berlawanan dengan yang pertama
  21. Selanjutnya taburkan pupuk organik yang sudah matang secara merata, biarkan selama 10 hari. (500 kg untuk 1 ha )
  22. Aliri air naik turun sesuaikan dengan kondisi tanaman padi
  23. Pada usia 55 hari (pramudia/keluar bunga) keringkan selama 5 hari, semprot dengan ROTAN
  24. Beri air sampai buah warna hijau tapi sudah berisi
  25. Hari ke 63 keringkan selama 3 hari semprot lagi dengan ROTAN
  26. Atur air sampai panen ..


Catatan :
Pemberian ROMA (Ramuan Organik Hama) disesuaikan dengan keadaan,

Sumber: Solusi Pertanian Organik

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Bioaktivator dari Cairan Rumen Sapi

Mari kita mulai mandiri menyediakan berbagai kebutuhan yang kita butuhkan dalam bertani. semoga dengan membuat dan menyediakan sendiri kebutuhan, bisa menekan cost produksi. Nah salah satunya adalah pembuatan Bioaktivator. Bioaktivator ini berfungsi sebagai starter/bioaktivator proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Cara, Pembuatan, Dasar, Kompos, Organik, Panduan, Budidaya, Pertanian, Pestisida, Pupuk, Cair, ROTAN, Tips dan Trik,
Rumen sapi (wikimedia.org)
Langsung saja:

Bahan Utama :
  • Cairan rumen (isi usus halus sapi/cairan hasil perasan isi usus besar sapi) = 2 liter
  • Air gula /tebu/tetes tebu/molasis = 2 liter
  • Air rebusan dedak/katul = 4 liter

Bahan Tambahan :
  • Ragi tape = 2-3 buah
  • Trasi = seperempat-1 ons
  • Buah nanas = 1 buah
  • Urine Hewan (boleh sapi/kelinci/domba/kambing) yang sudah diendapkan selama satu minggu sebanyak 4 liter

Cara Buat :
  1. Campurkan 1 Kg katul/dedak dengan 5 liter air, lalu didihkan, kemudian saring dan ambil airnya sebanyak 4 liter.
  2. Campurkan rumen sebanyak 2 liter dengan air gula/tetes tebu/molases sebanyak 2 liter
  3. Campurkan air rebusan katul/dedak sebanyak 4 liter kedalam larutan campuran nomer 2.
  4. Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan/diparut/diblender.
  5. Campurkan seperempat-1 ons trasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya.
  6. Tambahkan 2-3 buah ragi tape kedalam larutan tersebut.
  7. Tambahkan Urine sapi/kelinci/domba/kambing tadi
  8. Masukan larutan bio aktivator tersebut pada wadah (botol/jerigen/ember) yang terbuat dari bahan plastik lalu tutup rapat, kemudian larutan simpan selama 2 minggu.
  9. Jika larutan sudah jadi, campurkan larutan dengan ROTAN 1 liter

Ciri – ciri bioaktivator yang sudah jadi:
  • Bio aktifator yang sudah jadi akan berbau khas tape/fermentasi/harum.
  • Berwarna kuning kecoklatan.
  • Tidak keruh dan tidak ada jamur berwarna coklat/abu–abu/hitam.

Ciri – ciri bioaktivator yang gagal :
  • Banyak mikroorganisme dalam larutan ini yang mati.
  • Jika dilihat, larutan akan berwarna coklat kehitaman, berbau busuk dan terdapat banyak jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Catatan:
Komposisi/kandungan microba dari campuran bioaktivator dengan ROTAN Insya Allah menjadi Probiotik yg bisa dikatakan “SEMPURNA” untuk digunakan proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Microba yg terkandung :
  • Microba selulolitik (Bacteriodes succinogenes dan Cillobacterium cellulosolvens serta Bacteriodes ruminicola)
  • Microba Amilolitik (Streptococcus bovis, Bacteriodes amylophilus),
  • Microba Bakteri Hemiselulolitik (Butyrivibrio fibriosolven, microba Ureolitik (Streptococcus sp),
  • Microba penambah N (Azotobakter, Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman,
  • Microba pelarut P (Bacillus subtilis, Aspergillus niger, Bacillus polymixa [bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat]),
  • Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Actinomycetes sp, (Azospirillum lipoverum) penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Bacillus mojavensis, bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara,
  • Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic,
  • Nitrosococcus sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Nitrosomonas sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Streptomyces sp, bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara.

Sumber:
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik
Bapak Manjel Dech (https://www.facebook.com/manjel.dech)
Teteh Eka Noerputri (Putri Ayah Manjel)

Dengan beberapa penambahan tanpa mengurangi isi artikel.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal lebih jauh Teknologi dalam Pertanian Organik


Pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian yang sangat populer dilakukan untuk mengembalikan kesuburan dan produktifitas tanah yang saat ini sudah banyak yang rusak karena pestisida sintesis dengan secara yang alami.

Artikel, Dasar, Pertanian, Organik, Sayuran
Sumber: Google Images
Prinsip Pertanian organik adalah mengembalikan semua bahan organik ke dalam tanah dalam bentuk sisa atau olahan yang dihasilkan dari limbah tanaman atau ternak. Prinsip Dasar pertanian organik ini adalah menyediakan unsur hara yang baik secara alami kedalam tanah.

Kelebihan Sistem Pertanian Organik:
  1. Pertanian organik merupakan sistem yang aman bagi lingkungan. Penggunaan pupuk kimia/sistesis secara terus menerus akan merusak struktur tanah dan tentu saja menurunkan kesuburannya tanah. Pemakaian pestisida, pupuk kimia dan obat-obatan kimia juga bisa merusak keseimbangan ekosistem dari lingkungan sekitar. Secara tanpa kita sadari, penggunaan pupuk dan pestisida kimia dapat membunuh predator alami, yang akan menyebabkan meledaknya populasi hewan tertetu yang menjadi hama.
  2. Pertanian organik memperbaiki kualitas kesehatan hasil panen. Hasil produksi pertanian lebih aman dan tentu saja lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia/sistesis. Penggunaan pestisida dan pupuk yang bahan yang dihasilkan dari rekayasa kimia merupakan salah satu penyebab bermunculannya berbagai jenis penyakit kanker.
  3. Tanaman organik yang jelas biasanya mempunyai rasa yang lebih enak, manis, dan segar jika dibandingkan tanaman non-organik.
  4. Pertanian organik Tidak tergantung dengan pupuk dan pestisida kimia. dengan Pertanian organik, para petani tidak perlu cemas lagi terhadap kelangkaan pupuk dan pestisida, karena dalam pertanian organik pupuk dan pestisida dapat diproduksi secara mandiri.
  5. Pertanian organik memungkinkan untuk dilakukan Diversifikasi Pertanian, yaitu penangkaran/peng-anekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil produk pertanian. Dapat dilakukan dengan memperbanyak jenis kegiatan pertanian (misal sistim tumpang sari pertanian dan perikanan kerennya aquaponik) dan atau memperbanyak jenis tanaman pertanian dalam suatu lahan.
  6. Harga produk tanaman organik cenderung lebih mahal (jelas ini tergantung dimana dan bagaimana kita memasarkannya). Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi para petani. Meskipun tentu saja biaya pengolahan sistem organik relatif lebih tinggi, namun dengan penanganan produksi yang baik, biaya produksi bisa lebih rendah. Selain itu sebagai tujuan jangka panjang, pilihan masyarakat akan hasil pertanian organik juga cenderung meningkat.

Penerapan Pertanian Organik dalam Membangun Pertanian Berkelanjutan

Maksudnya adalah dengan pertanian organik, kita juga turut membangun sistim pertanian yang dapat berlanjut dalam segala aspek mata rantainya, aspek-aspek tersebut meliputi:
  1. Aspek Ekologis, Yaitu tetap memelihara keberlangsungan kualitas sumber daya alam baik dari manusia, tanaman, hewan, maupun semua unsur biologi dalam tanah.
  2. Aspek Ekonomis, Yaitu jaminan bahwa petani dapat memenuhi semua kebutuhan produksi dari hasil pertanian yang dijalani dan sebagai sumber pendapatan yang laik/layak bagi mereka.
  3. Aspek Adil dan Manusiawi, Menjamin kelangsungan mata rantai dalam seluruh kegiatan pertanian
  4. Aspek Kreatif dan Inovatif, bahwa petani dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi pertanian yang dinamis, misalnya meningkatnya permintaan pasar, terjadinya penyempitan lahan, perubahan/dinamika kebijakan, dan majunya teknologi pertanian.

Sumber: Berbagai Sumber
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Jenis Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan mikto organisme yang hidup alami. Dalam membuat pupuk kompos diperlukan bahan pembuat seperti material organik dan organisme yang bertindak sebagai pengurai. Adapun organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Cara Pembuatan, Dasar, Organik, Kompos, Pupuk, Cair, Tips dan Trik
Wikipedia.org
Salah satu contoh pengomposan secara alami adalah adanya humus. Namun prosesnya berjalan sangat lambat, bahkan bisa sampai berbulan-bulan lamanya atau bahkan hingga tahunan. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dilakukan dapat terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Pupuk kompos sangat mudah dibuat dan teknologinya yang digunakannya juga sangat sederhana. Siapapun bisa mengerjakannya, baik untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan. Bahkan pupuk kompos bisa dibuat di dapur untuk skala rumah tangga.

Jenis-jenis pupuk kompos

Perbedaan jenis-jenis pupuk kompos biasanya dilihat dari tiga aspek.
  1. dilihat dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.
  2. dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada juga yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.
  3. dilihat dari bentuknya ada yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini beberapa contoh dari jenis-jenis pupuk kompos yang umum dipakai.

1. Pupuk kompos Aerob

Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen dalam pembuatannya. Bahan utama pembuatan pupuk kompos aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau bisa campuran keduanya. Proses pembuatannya kompos jenis ini memerlukan waktu 40-50 hari, untuk lebih jelasnya silahkan baca cara membuat kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling terkenal adalah pupuk bokashi. Ciri khas pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yaitu  efektif mikroorganisme (EM4) . Inokulan ini terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. Untuk mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos merupakan salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang digunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya. Vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya bisa berlangsung aerob ataupun anaerob. Pupuk organik cair dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar (kecuali pada sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat.


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.

Salam Hijau

Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR SANGAT MUDAH, PRAKTIS, dan DAPAT DIAPLIKASIKAN UNTUK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT.

Organik, Dasar Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging (kalau bahan ini semua peternak pasti tahu dan sering dipergunakan juga untuk pakan).

2. Potong kecil-kecil semua bahan, agar proses pembusukan berlangsung sempurna, semakin kecil semakin bagus (bisa juga menggunakan mesin giling/rajang yg biasa dipakai peternak, masih ada hubungan kan dengan peternak?)

3. Siapkan cairan bioaktivator Propuri (produk lain no komentlah, soalnya produk tsb. penulis metodologi ini). Berikut penyiapan larutan bioaktivator Propuri :
  • siapkan sprayer 1 liter (kalau tidak punya ada kok saya jual, he)
  • isi sprayer dengan air, sebaiknya gunakan air sumur (pokoknya air sumurlah, jangan banyak tanya, hehe)
  • tuangkan propuri ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter dicampur 1-2 tutup botol propuri
  • kocok sampai rata, larutan siap untuk diminum (maaf untuk digunakan)

4. Setelah sampah terkumpul dan dirajang/dipotong, semprotkan secara merata ke seluruh sampah, masukkan sampah ke dalam komposter dan tutup rapat.

5. Pada awal pemakaian, komposter baru dapat menghasilkan lindi atau pupuk cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 2-3 hari (enak mana sama ternak ayam kampung? ini panen setiap 2-3 hari bro!, he)

Pengambilan lindi sebaiknya hanya sebatas keran saja. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah keran sebaiknya tidak perlu diambil. Pasalnya terkandung cukup banyak mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah di dalam komposter (nah ingat, jangan rakus-rakus, kayak koruptor, he)

Jika pengomposan awal sudah dilakukan, selanjutnya sampah baru sudah dapat dimasukkan setiap hari, jangan lupa menyemprotkan bioaktivatornya.

Mudah Bukan? Silahkan dicoba dan kita diskusikan bersama disini.

Cara Aplikasi :

Pupuk cair organik yang baru dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan kembali bioaktivator Propuri dengan takaran 1 tutup botol untuk 1-2 liter lindi, lalu diamkan 2-3 hari agar bakteri berkembang biak dengan cepat. Pupuk Organik cair ini dapat disimpan 1-2 bulan. Selama penyimpanan lindi, botol sebaiknya jangan ditutup, biarkan terjadi sirkulasi udara. Jika langsung ditutup lindi dapat menghasilkan gas.

Cara Aplikasi ke Tanaman :
  • Campurkan pupuk organik cair dengan perbandingan 1:5 (POC:Air).
  • Siramkan lindi ke tanaman, baik sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias, penyiraman seminggu sekali.
  • Campuran 10 liter POC (lindi) dengan 50 liter air cukup untuk satu kali pemakaian di kebun sayuran berukuran 10 x 10 meter.


Dikutip dari Komunitas Lele Sangkuriang

Artikel ini ditulis ulang oleh :
Maju Bersama Poultry Shop https://www.facebook.com/photo.php?fbid=633947086662766&set=a.219275454796600.52885.206350232755789&type=1&relevant_count=1

Dari buku Membuat Pupuk Organik Cair, oleh : Sukamto Hadisuwito

Foto sumber : http://warasfarm.wordpress.com/2013/03/19/cara-membuat-pupuk-organik-cair-mol-dan-kompos/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Budidaya Bengkoang secara Organik

Ingat rujak, pastinya ingat bengkoang. Tanamah yang satu ini memang sangat segar terutama jika di santap saat cuaca terik. Bengkoang atau bengkuang (Pachyrhizus erosus L) adalah tumbuhan yang menjalar. Tanaman ini bisa memiliki panjang hingga 5-6 meter dengan kebiasaan menjalar dan membelit. Bengkuang diambil umbinya dan digunakan sebagai bahan makanan, dibuat tepung, bahan baku obat dan makanan olahan lainnya.

Artikel, Buah Organik, Dasar Organik, Pertanian Organik
Gambar dari Google Images

Terdapat dua jenis bengkoang yang di kembangkan di Indonesia, yaitu jenis genjah dan badur. Varietas genjah memiliki usia panen yang lebih cepat yaitu 4-5 bulan sedangkan jenis badur usia panennya antara 7 sampai 11 bulan. Pada postingan kali ini, kita akan membahas mengenai jenis genjah .

Bercocok Tanam bengkoang cocok dilakukan didataran rendah hingga ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Tapi bengkoang sangat baik tumbuh pada ketinggian idealnya adalah 200-800 meter dari permukaan laut dengan curah hujan sekitar 700-1000 mm per tahun. Nah, untuk masalahn suhu ideal untuk tumbuh bengkoang berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celcius. Bengkoang dapat tumbuh baik di tanah lempung berpasir dengan kandungan unsur hara tinggi dan keasaman tanah berada antara 4,5 sampai dengan 8 pH.

Penyiapan benih bengkoang

Benih bengkoang bisa didapatkan dengan 2 cara, cara pertama memilih/menyortir dari tanaman yang sudah ada. Adapun caranya adalah pilih beberapa tanaman yang sehat, kemudian tunggu hingga tanaman tersebut tumbuh berbunga sampai mengeluarkan polong (biji).

polong (biji) yang tumbuh hingga tua, setelah itu polong (biji) siap dipanen sebagai benih. Jika benih mau  disimpan,  ada baiknya jangan dibuka kulit polong (biji)nya. Kalaupun dibuka dari kulitnya harus disimpan ditempat yang kering dan tertutup rapat. Dengan penyimpanan yang baik benih biasanya bertahan hingga 1 tahun.

Cara yang kedua adalah dengan memilih/menyortir benih dari hasil panen. Pilih beberapa umbi yang mutunya bagus, dapat dilihat dari ukuran dan bentuknya, kemudian anda bias menyimpan umbi tersebut ditempat yang memiliki kelembaban cukup. Biarkan tumbuh tunas pada umbi tersebut. Setelah tunas tumbuh, seleksi tunas tersebut. Tunas yang paling baik adalah yang paling dekat dengan pusat umbi. Kemudian tanam bengkuang tersebut, dan biarkan bunganya tumbuh hingga menghasilkan polong (biji). Setelah itu polong (biji) dapat dipanen sebagai benih. Cara kedua ini biasanya menghasilkan benih yang lebih baik dari cara pertama.

Pengolahan tanah dan penanaman

Artikel, Buah Organik, Dasar Organik, Pertanian Organik
Tanaman Bengkoang (wikimedia.org)
Pertama-tama tanah dibajak atau dicangkul dengan tujuan menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan agar drainase tanah berjalan baik. Lebar bedengan 1 meter dengan tinggi 20-25 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kontur lahan. Atur jarak antar bedengan sebesar 40-50 cm.

Tebarkan atau campurkan pupuk kandang atau kompos. Takaran pupuk dasar kira-kira 20 ton per hektar. Kemudian aduk hingga merata. Setelah itu buat lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 5-7 cm. Dalam satu bedeng buat dua baris lubang dengan jarak dalam baris 25 cm dan jarak antar baris 30 cm. Masukkan benih bengkoang pada setiap tugalan sebanyak 1 biji Kemudian timbun dengan tanah. Kemudian siram secukupnya untuk mempertahankan kelembaban tanah.  Kebutuhan benih bengkoang kira-kira 25-30 kg per hektar.

Sebelum benih ditanam ada baiknya rendam dahulu benih selama 6-12 jam, kemudian tiriskan dan biarkan selama satu hari. Nanti akan terlihat calon-calon tunas tumbuh pada biji bengkoang. Baru setelah itu biji dapat ditanam.

Perawatan Bercocok Tanam bengkoang

Bengkoang termasuk tanaman yang tahan kekeringan. Tapi jika terjadi kekeringan ekstrim, lakukan penyiraman secukupnya. Harap diperhatikan penyiraman jangan dilakukan setengah basah, hal ini akan membuat tanaman mati dan layu.

Ketika tanaman berumur 2 minggu biasanya batangnya sudah tumbuh dan mulai menjalar, pada usia ini dapat dilakukan penyiangan tergantung kondisi dilahan. Pada saat ini juga dilakukan penyulaman jika ada tanaman bengkoang yang tidak tumbuh. Tapi penyulaman ada baiknya menggunakan kacang tanah, tidak memakai begkuang lagi. Karena pada usia seperti ini, bengkoang baru tidak dapat mengejar yang lainnya. Penyulaman dengan kacang tanah berfungsi juga untuk memperkaya nitrogen tanah.

Pada usia 3 minggu lakukan pemupukan tambahan dengan kompos kering ataupun sekam ayam. Satu bedengan bengkoang bisanya membutuhkan sekitar 20 kg, atau kira-kira 20 ton per hektar. Untuk pemberian pupuk tambahan ada baiknya dissesuaikan dengan penampakan tanaman, bila terlihat kurang gizi berikan pupuk tambahan secara penuh. Tapi apabila tanaman tumbuh subur kurangi pemberian pupuk untuk menghemat pengeluaran.

Pada usia satu bulan mulai lakukan proses pengguntingan pucuk daun pada semua tanaman yang ada. Biasanya setelah penguntingan pertama akan muncul banyak tunas baru. Pengguntingan kedua dilakukan ketika bengkoang berumur 2 bulan. Lakukan lagi pengguntingan pucuk dan bunga.

Pengguntingan dilakukan apabila minimal 80% bunga telah mekar, karena apabila pengguntingan dilakukan pada saat bunga belum mekar maka umbi bengkoang yang terbentuk tidak akan bulat membesar, Tapi mirip seperti wortel yakni kecil dan memanjang. Pada waktu pengguntinga kedua ini, pilihlah 10-20 tanaman dalam satu bedeng yang akan dijadikan bibit. Untuk tanaman yang akan dijadikan bibit ini, jangan dilakukan pengguntingan bunganya, tapi biarkan supaya bunganya menghasilkan biji. Selanjutnya lakukan prosedur pembenihan seperti yang diterangkan di atas.

Pada usia 3,5 bulan lakukan pengguntingan ketiga. Gunting semua bunga dan daun muda termasuk bunga yang ada diketiak-ketiak daun, jangan sampai terlewat. Setelah pemotongan ketiga perkembangan umbi terjadi sangat cepat.

Pengendalian hama dan penyakit

Bercocok Tanam bengkoang biasanya tidak memiliki banyak hama dan penyakit. Tapi tetap harus mewaspadai timbulnya bercak taun, tungau daun merah dan kumbang. Untuk mengatasi hama dan penyakit lakukan rotasi tanaman dengan palawija/tanaman lain, pengolahan tanah yang baik, sanitas kebun dan pemilihan benih atau bibit yang baik.

Pemanenan Bercocok Tanam bengkoang

Tanaman bengkoang mulai dapat dipanen pada usia 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara dicabut atau digali. Bercocok Tanam bengkoang yang baik akan dapat menghasilkan 7-8 ton per hektar.
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat media persemaian untuk tanaman hortikultura

Media persemaian adalah tempat untuk menumbuhkan benih atau biji menjadi bibit tanaman yang siap untuk dipindahkan ke lapangan. Ada banyak tanaman hortikultura yang dibudidayakan dengan melalui tahap penyemaian terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengurangi kematian akibat tanaman yang belum siap dengan kondisi lapangan. Baik itu melindunginya dari cuaca ataupun gangguan lainnya.

Tanaman yang memerlukan tahap penyemaian biasanya yang mempunyai siklus panen menengah hingga panjang dan memiliki benih yang kecil-kecil. Untuk tanaman dengan siklus panen cepat seperti bayam dan kangkung, tahap penyemaian menjadi kurang ekonomis. Sedangkan untuk tanaman yang memiliki biji besar, sebaiknya ditanam dengan ditugal. Tanaman yang berbiji besar relatif tahan terhadap kondisi lingkungan karena didalamnya telah terkandung zat yang berguna menopang awal pertumbuhan. Beberapa jenis hortikultura yang biasa disemaikan antara lain tomat, cabe, sawi, selada dan sebagainya.

Proses penyemaian memerlukan tempat dan perlakuan khusus yang berbeda dengan kondisi lapangan. Untuk itu diperlukan tempat persemaian yang terpisah dengan areal tanam. Tempat persemaian bisa dibuat permanen ataupun sementara. Media persemaian bisa berupa tray, tercetak, polybag atau bedengan biasa. Berikut ini tahapan-tahapan mempersiapkan media persemaian.

Menyiapkan media tanam

Hal pertama yang harus disiapkan adalah media tanam. Sebagai tempat benih/biji berkecambah media tanam ini harus terjamin dari segi ketersedian nutrisi, kelembaban dan struktur baik. Media persemaian yang alami terdiri dari campuran tanah dan bahan-bahan organik yang memiliki kandungan hara tinggi. Selain itu ketersediaan air dalam media persemaian harus mencukupi atau tingkat kelembaban yang relatif lebih tinggi dari areal tanam biasa.

Tanah yang baik untuk media persemaian diambil dari bagian atas (top soil). Sebaiknya ambil tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 5 cm. Tanah yang baik merupakan tanah hutan, atau tanah yang terdapat di bawah tanaman bambu. Tanah tersebut memiliki karakteristik yang baik, terdiri dari campuran lempung dan pasir. Lempung benrmanfaat sebagai perekat media tanam sedangkan pasir bermanfaat untuk memberikan porositas yang baik.

Untuk memperkaya kandungan hara bisa ditambahkan dengan pupuk organik. Bisa berupa pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. Hal yang penting adalah haluskan pupuk tersebut dengan cara diayak. Struktur yang kasar tidak baik untuk pertumbuhan benih/biji yang baru berkecambah karena perakarannya masih terlalu lembut.

Campurkan bagian tanah dan pupuk organik dengan rasio 1:1. Atau bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Cirinya, setelah dicampurkan ditambah air teksturnya bisa solid (bisa dikepal tidak ambrol) namun tidak becek.

Membuat media persemaian berbentuk tray/polybag/cetak

  • Campurkan tanah bagian atas (top soil) dengan pupuk organik (pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang) komposisinya 1:1.
  • Untuk persemaian tray, masukkan campuran media tanam tersebut kedalam tray, padatkan secukupnya agar media bisa mencengkrap tanaman. Tray sudah siap untuk media tanam.
  • Untuk persemaian polybag, campurkan media tanam yang telah dibuat dengan arang sekam dengan komposisi 1:1. Ambil polybag dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman. Media persemaian polybag siap untuk ditanami.
  • Untuk persemaian cetak, siram campuran media tanam yang telah dibuat tersebut dengan air secukupnya. Air berfungsi untuk menyolidkan campuran agar mudah dibentuk dan tidak ambrol. Kemudian gunakan cetakan untuk membentuk adonan menjadi bentuk kotak-kotak kecil. Lubangi bagian atas kotak-kotak tersebut sedalam 1-2 cm untuk memasukkan benih. Media persemaian siap ditanami.

Membuat media persemaian berbentuk bedengan

  • Campurkan tanah bagian atas (top soil) dengan pupuk organik dengan komposisi 1:1.
  • Kemudian bentuk bedengan dan letakan campuran tadi diatas permukaan bedengan. Ketebalan campuran hendaknya 5-7 cm, ketebalan ini optimal untuk tanaman yang baru tumbuh.
  • Siram bedengan dengan air secukupnya dan tebarkan benih di atas bedengan tersebut.
  • Buat tiang penyangga atau bambu yang dilengkungkan, kemudian tutup bedengan dengan paranet.
  • Penutup bedengan bisa dibuat permanen dengan paranet, atau dibuat dengan sistem tutup buka dengan plastik bening. Sistem tutup buka berguna pada musim hujan agar tanaman tidak terkena kucuran air hujan secara langsung. Benih yang cocok disemaikan di persemaian tipe bedengan adalah sayuran daun bersiklus pendek seperti sawi, caisim, pakchoi, dll.

Sumber: www.alamtani.com

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Kenali Manfaat pohon ketapang

Pasti pada kenal dong sama pohon ketapang?? (liat digambar kalo belom pernah lihat di gambar). Pohon ini dikenal menghasilkan suatu racun pada daun-daunnya untuk mempertahankan dirinya terhadap serangga parasit. Daun-daun yang mengeringkan jatuh masuk ke sungai akan menimbulkan warna coklat kuat. Larutan ini penuh dengan asam organik seperti humic dan tannin.

Penampakan Ketapang - Gambar dari Google Images


Ketapang yang mengering dapat melepaskan asam organik seperti humic dan tannin, yang dapat menurunkan pH air, dan menyerap bahan-kimia berbahaya dan memberikan kondisi air yang nyaman bagi ikan.

Asam humic, adalah suatu campuran yang komplek pembusukan sebagian bahan-bahan organik. Asam humic dari air tawar berasal dari beberapa sumber, terbanyak datang dari tanah hasil pembusukan tanaman. Zat ini terbawa air masuk ke sungai dan danau dan berubah sepanjang perjalanannya hingga ke laut. Asam Humic mengandung belerang, fosfor dan nitrogen serta bermacam-macam zat lain seperti Ca, Mg, Cu, Zn dan lain lain. Asam humic dapat dipecah ke dalam dua kelompok berdasar pada ukuran dan polaritas masing-masing komponennya. Pecahan yang lebih kecil yang lebih polar dinamakan asam fulvic dan yang lebih besar yang bukan polar biasanya disebut asam humic. Asam humic adalah hasil akhir pembusukan bangkai binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang sangat berperan penting dalam kesuburan tanah.

Daun dan Buah Ketapang - Gambar dari Google Images


Secara umum, pemberian daun ketapang pada kolam dapat menurunkan PH air. Namun jika terlalu banyak pemberian daun ketapang kering kedalam air dapat membuat pH semakin rendah. Maka sesuaikanlah pemakaian ketapang kering agar memberikan efek yang optimal kepada ikan.

Sekian, semoga bermanfaat.
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Perbedaan mendasar Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

Begitu banyak produk di pasaran yang berlabel, probiotik, prebiotik, ah pokoknya berbau tik-tik gitu. Hehe apa dan bagaimana perbedaan diantara perroduk-produk tersebut, silahkan berikut ada paparan yang Insya Allah berguna.

Gambar dari google images

Definisi umum probiotik atau dikenal dengan mikroorganisme “baik” adalah preparat yang terdiri dari mikroba hidup yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia atau hewan secara oral. Mikroba hidup itu diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan manusia atau hewan dengan cara memperbaiki sifat-sifat yang dimiliki mikroba alami yang tinggal di dalam tubuh manusia atau hewan tersebut. Syarat-syarat probiotik yang baik adalah probiotik harus tetap dalam keadaan hidup, daya untuk bertahan hidup ketika melalui saluran pencernaan dan manfaat kesehatan yang dapat dibuktikan keberadaannya.

Prebiotik didefinisikan sebagai ingredien yang tidak dapat dicerna yang meng-hasilkan pengaruh menguntungkan terhadap inang dengan cara menstimulir secara selektif pertumbuhan satu atau lebih sejumlah mikroba terbatas pada saluran pencernaan sehingga dapat meningkatkan kesehatan inang. Suatu ingredien pangan dapat diklasifikasikan sebagai prebiotik bila memenuhi persyaratan berikut; Pertama, tidak terhidrolisis atau terserap pada saluran pencernaan bagian atas; Kedua, secara selektif dapat menstimulir pertumbuhan bakteri yang menguntungkan pada kolon; dan ketiga, dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen, sehingga secara sistemik dapat meningkatkan kesehatan.

Sinbiotik (Eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Penambahan mikroorganisme hidup (probiotik) dan substrat (prebiotik) untuk pertumbuhan bakteri misalnya fructooligosaccharide (FOS) dengan bifidobacterium atau lactitol dengan lactobacillus. Keuntungan dari kombinasi ini adalah meningkatkan daya tahan hidup bakteri probiotik oleh karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh mendapat manfaat yang lebih sempurna dari kombinasi ini.

jadi bila diringkas

Prebiotik = Adalah sumber energi alami untuk bakteri sehat
Probiotik = Adalah strain tertentu dari bakteri sehat
Sinbiotik = kombinasi probiotik dan prebiotik

Sumber: Komunitas Lele Sangkuriang

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Kelebihan Pupuk Organik dibanding Pupuk Kimia

Masih ragu menggunakan pupuk Organik? Hmm kalau begitu saya rasa perlu mengenal lebih jauh nih tentang kelebihan pupuk organik. Berikut artikel menarik yang bisa dijadikan referensi untuk lebih mengenal tentang pupuk organik.

Membuat pupuk organik sendiri saja dari bahan-bahan seadanya disekitar kita.  Yang penting intinya bahan-bahan organik tersebut (sampah organik, sisa buah-bahan, sisa dedaunan, jerami, limbah ikan, kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing dll)  kita fermentasi dan setelah jadi kompos baru kita gunakan ke lahan.

Padahal tidak semua pupuk organik granule kualitasnya lebih baik dari buatan kita sendiri. Karena maspary pernah menjumpai pupuk organik granule dari perusahaan terkenal yang isinya bahan organik + tanah liat yang di granule kan. Dan setelah maspary aplikasikan ke tanaman cabe justru tanaman saya yang menjadi layu karena belum terdekomposisikan dengan sempurna. Yang lebih mengerikan lagi pupuk organik tersebut masih dicampur dengan sampah kaca dan kerikil.


Kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia
  1. Seperti yang saya ceritakan tadi pupuk organik harganya murah dan mudah dibuat sendiri.
  2. Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
  3. Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
  4. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  5. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
  6. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman
  7. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  8. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  9. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  10. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  11. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
  12. Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
  13. Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.
Referensi: http://www.gerbangpertanian.com/2012/03/kelebihan-pupuk-organik-dibanding-kimia.html

Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Video - Implementasi Pertanian Organik di Indonesia

Seperti dijelaskan pada postingan sebelumnya, Pertanian organik mejadi salah satu solusi pertanian yang aman dan ramah lingkungan. karena pertanian organik bebas dari pestisida dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Pagi ini sambil liat-liat youtube, ternyata sudah banyak petani yang mengimplementasikan teknik ini. Berikut ini salah satunya.


Teknologi pertanian berkembang pesat, dengan inofasi dan modifikasi biaya produksi pertanian bisa di tekan sekecil - kecilnya. Pertanian organik, mengunakan polybag, limbah padat biogas, menghasilkan produksi berulang - ulang tanpa olah tanah lagi. Pupuk cair limbah bio gas menyusul sebagai suplement tanaman yang sangat murah.

Selamat menyaksikan, hehe


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Prinsip dasar Pertanian Organik

Bismillahirrahmanirrahiim,

Ini postingan pertama di blog ini pasca berganti nama hehe, hmm sebelum membahas hal-hal yang berkaitan dengan pertanian organik, saya rasa penting untuk mengenal tentang Sistem pertanian organik. Ada banyak pertanyaan berkaitan dengan halini seperti "Apasih Organik itu?", "Pertanian Organik seperti apa?", "Bedanya sama pertanian biasa apa?", dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Namun dalam hal ini saya bukan seorang ahli botani hehe, saya hanya pencinta pertanian organik ini.
Gambar dari diliputnews.com

Berikut saya kutipkan artikel menarik yang menjelaskan tentang pertanian organik, mudah-mudahan bisa menjadikan referensi dan penyemangat bagi temen-temen yang akan memulai melakukan pertanian organik, demi kelestarian lingkungan tercinta ini.

Pengertian Pertanian Organik

Ada dua pemahaman tentang pertanian organik yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Pertanian organik dalam artian sempit yaitu pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan zat kimia, semua harus bahan hayati, alami. Sedangkan pertanian organik dalam arti yang luas, adalah sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis (pupuk kimia/pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan). Dengan tujuan untuk menyediakan produk – produk pertanian (terutama bahan pangan) yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alaminya.

Konsep awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input yang berasal dari dalam pertanian organik itu sendiri, dan dijaga hanya minimal sekali input dari luar atau sangat dibatasi. (FG Winarno 2002)

Prinsip – Prinsip Pertanian Organik

Prinsip-prinsip pertanian organik merupakan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pertanian organik. Prinsip – prinsip ini berisi tentang sumbangan yang dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan merupakan sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara global. Pertanian merupakan salah satu kegiatan paling mendasar bagi manusia, karena semua orang perlu makan setiap hari. Nilai – nilai sejarah, budaya dan komunitas menyatu dalam pertanian.

Prinsip-prinsip ini diterapkan dalam pertanian dengan pengertian luas, termasuk bagaimana manusia memelihara tanah, air, tanaman, dan hewan untuk menghasilkan, mempersiapkan dan menyalurkan pangan dan produk lainnya. Prinsip – prinsip tersebut menyangkut bagaimana manusia berhubungan dengan lingkungan hidup, berhubungan satu sama lain dan menentukan warisan untuk generasi mendatang.

Pertanian organik didasarkan pada:

  1. Prinsip kesehatan
  2. Prinsip ekologi
  3. Prinsip keadilan
  4. Prinsip perlindungan
Setiap prinsip dinyatakan melalui suatu pernyataan disertai dengan penjelasannya. Prinsip – prinsip ini harus digunakan secara menyeluruh an dibuat sebagai prinsip – prinsip etis yang mengilhami tindakan.

Prinsip KesehatanPertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.

Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia.

Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di alam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan.

Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

Prinsip EkologiPertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.

Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan. Budidaya pertanian, peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus – siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal. Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan – bahan asupan sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan pengelolaan bahan – bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam.

Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, pembangunan habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. Mereka yang menghasilkan, memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk – produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk di dalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.

Prinsip KeadilanPertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.

Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain. Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen.

Pertanian organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan. Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan ataupun produk lainnya dengan kualitas yang baik.

Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin kesejahteraannya.

Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.

Prinsip Perlindungan

Pertanian organik harus dikelola secara hati – hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.

Pertanian organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan dan kondisi yang bersifat internal maupun eksternal. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya.

Karenanya, teknologi baru dan metode – metode yang sudah ada perlu dikaji dan ditinjau ulang. Maka, harus ada penanganan atas pemahaman ekosistem dan pertanian yang tidak utuh.

Prinsip ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung awab merupakan hal mendasar dalam pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. lmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik bersifat menyehatkan, aman dan ramah lingkungan. Tetapi pengetahuan ilmiah saja tidaklah cukup. Seiring waktu, pengalaman praktis yang dipadukan dengan kebijakan dan kearifan tradisional menjadi solusi tepat. Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi yang tak dapat diramalkan akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic engineering). segala keputusan harus mempertimbangkan nilai – nilai dan kebutuhan dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses – proses yang transparan dan artisipatif.

Pengembangan Pertanian Organik

Pengembangan pertanian organik harus mengacu kepada prinsip – prinsip organik (prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip keadilan dan prinsip perlindungan) agar mendapatkan hasil pangan yang bermutu serta aman dikonsumsi.

Berdasarkan pertimbangan pelaksanaan pembangunan pertanian di Indonesia pada saat ini, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pertanian alternatif:
  1. Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  2. Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.
  3. Mengemangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.
  4. Memanfaatkan bermacam – macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.
  5. Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.
  6. Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.
  7. Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.
  8. Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.
Sesuai dengan prinsip – prinsip pertanian organik, ada sebuah metode pengembangan pertanian yang dikenal sebagai metode bertani ‘tanpa bekerja’ dikembangkan di Jepang oleh seorang petani Jepang yang berlatar belakang ahli mikrobiologi (mantan seorang ilmuwan laboraturium). Ada empat azas bertani alami yang dipraktikan, yaitu :

  • Tanpa pengolahan, yaitu tanpa membajak atau membalik tanah.
Tanah sebenarnya mampu mengolah dirinya melalui penetrasi akar – akar tumbuhan, aktivitas mikroorganisme, binatang – binatang kecil dan cacing – cacing tanah.

  • Tanpa pupuk kimia atau kompos yang dipersiapkan.
Kebutuhan pupuk untuk tanaman bisa dipenuhi dengan tanaman penutup tanah semisal leguminose, kacang – kacangan dan mengembalikan jerami ladang dengan ditambah sedikit kotoran unggas. Jika tanah dibiarkan pada keadaannya sendiri, tanah akan mampu menjaga kesuburannya secara alami sesuai dengan daur teratur dari tumbuhan dan binatang.

Jika tanah dibiarkan secara alami, maka kesuburannya alaminya akan naik. Sisa – sisa bahan organik dari tumbuhan dan binatang membusuk, oleh air hujan zat – zat hara masuk ke dalam tanah, diserap tanaman dan menjadi makanan mikroorganisme.

  • Tanpa menghilangkan gulma dengan pengerjaan tanah atau herbisida.
Pada dasarnya gulma mempunyai peranan dalam menyeimbangkan komunitas biologi dalam membangun kesuburan tanah. Gulma – gulma itu cukup dikendalikan ukan dihilangkan. Mulsa jerami, tanaman penutup tanah, penggenangan air sementara merupakan cara pengendalian gulma yang efektif.

  • Tidak tergantung dari bahan – bahan kimia.
Ketika praktik – praktik bertani yang tidak alami dengan pemupukan, pengolahan tanah, pemberantasan gulma maka ketidakseimbangan penyakit dan hama menjadi masalah serius. Hama dan penyakit memang tidak dipungkiri dapat memberi kerugian tetapi masih dalam batas – batas yang tidak memerlukan penggunaan zat – zat kimia (pestisida). Pendekatan yang arif adalah dengan menanam tanaman yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit pada sebuah lingkungan yang sehat. Penggunaan bahan kimia hanya efektif untuk sementara waktu, pada saatnya akan menyebabkan terjadinya ledakan hama yang lain karena keseimabangan bioligis terganggu karena penggunaan bahan kimia tersebut.

Kelemahan dalam Sistem Pertanian Organik

Beberapa hal yang menjadi kelemahan dalam mengembangkan pertanian organik, yaitu :
  1. Ketersediaan bahan organik terbatas dan takarannya harus banyak
  2. Transportasi mahal karena bahan bersifat ruah
  3. Menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa pertanaman dan limbah organik
  4. Hasil pertanian organik lebih sedikit jika dibandingkan dengan pertanian non organik yang menggunakan bahan kimia terutama pada awal menerapkan pertanian organik.
  5. Pengendalian jasad pengganggu secara hayati masih kurang efektif jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
  6. Terbatasnya informasi tentang pertanian organik.

Kelebihan dalam Sistem PertanianOrganik

  • Meningkatan aktivitas organisme yang menguntungkan bagi tanaman.
Mikroorganisme seperti rizobium dan mikroriza yang hidup di tanah dan perakaran tanaman sangat membantu tanaman dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara. Juga banyak organisme lain yang bersifat menekan pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Misalnya pertumbuhan cendawan akar (Ganoderma sp, Phytopthora sp) dapat ditekan dan dihalangi oleh organisme Trichoderma sp.

  • Meningkatkan cita rasa dan kandungan gizi.
Cita rasa hasil tanaman organikmenjadi lebih menarik, misalnya padi organik akan menghasilkan beras yang pulen, umbi – umbian terasa lebih empuk dan enak atau buah menjadi manis dan segar. Selain itu pertanian organik juga meningkatkan nilai gizi. Hasil uji laboraturium terhadap beras organik mempunyai kandungan protein, dan lemak lebih tinggi daripada beras nonorganik. Begitu pula nasi yang berasal dari beras organik bisa bertahan (tidak mudah basi) dua kali lebih lama ketimbang nasi dan beras organik. Kalau biasanya nasi akan menjadi basi setelah 12 jam maka nasi dari beras organik bisa bertahan 24 jam.

  • Meningkatkan ketahanan dari serangan organisme pengganggu.
Karena dengan penggunaan pupuk organik yang cukup maka unsur – unsur hara makro dan mikro terpenuhi semua sehingga tanaman lebih kuat dan sehat untuk menahan serangan beberapa organisme pengganggu dan lebih tahan dari serangan peryakit.

  • Memperpanjang unsur simpan dan memperbaiki struktur.
Buah dan hasil pertanian tidak cepat rusak atau akibat penyimpanan. Buah cabai misalnya akan nampak lebih kilap dengan pertanian organik, hal ini bisa dipahami karena tanaman yang dipupuk organik , secara keseluruhan bagian tanaman akan mendapat suplai unsur hara secara lengkap sehingga bagian – bagian sel tanama termasuk sel – sel yang menyusun buah sempurna.

  • Membantu mengurangi erosi.
Pertanian organik dengan pemakaian pupuk organik mejadikan tanah leih gembur dan tidak mudah terkikis aliran air. Struktur tanah menjadi lebih kompak dengan adanya penambahan bahan – bahan organik dan lebih tahan menyimpan air dibanding dengan tanah yang tidak dipupuk bahan organik. Pada tanah yang miskin bahan organik, air mudah mengalir dengan membawa tanah.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini. 
Salam Hijau