• home

Budidaya Tomat dengan cara Organik

Tomat merupakan komoditas hortikultura yang sangat penting, namun produksinya, baik dalm hal kuantitas maupun kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain oleh tanah yang keras, miskin unsur hara mikro, kurangnya hormon, pemupukan tidak berimbang, pengaruh cuaca dan iklim, serangan hama dan penyakit, serta teknis budidaya petani.

Persiapan Lahan :
  1. Buat bedengan pada lahan dengan lebar 1-1,2 meter. Panjannya sesuaikan dengan panjang lahan yang ada, tinggi bedengan 20-30 cm.
  2. Kemudian masukan kohe/kompos 1-2 ton per hektare kemudian campurkan atau aduk hingga rata.
  3. Jangan lupa buat parit antar bedengan sedalam 20-30 cm untuk drainase
  4. Siapkan ROMA + Bawang Putih + Cabe Rawit + Tembakau (1:1/2:1:1/2) dengan dosis dosis 2 gelas + 10 liter air, kocorkan ke bedengan
  5. 3-5 hari kemudian kocorkan trichoderma dengan dosis 1 liter+100 liter air. Semakin basah semakin bagus
  6. Kocorkan Rotan 3 dengan dosis 1 liter+100 liter air (bisa dibarengkan dengan trichoderma aplikasinya)
  7. Tutup bedengan dengan mulsa jika menggunakan mulsa 2 warna maka yg putih diatas.
  8. Tutup sampai rapat ke batas tanah. Biarkan selama 2 minggu
  9. Setelah 2 minggu baru buat lubang pada bedengan dengan jarak 50x60 cm.
Tomat, Artikel, Buah Organik, Pupuk Cair, ROMA, ROTAN, Sayuran Organik, Tips dan Trik

Persiapan benih:
  1. Pilih benih yg baik dengan cara, rendam dengan air garam yg bj airnya 1 (teknik telur mengambang), ambil hanya benih yg tenggelam saja
  2. Cuci bersih sampai air garam hilang, kemudian rendam dengan air hangat (70 derajat) dengan tinggi 0.5-1 cm dari batas atas permukaan benih, biarkan sampai air dingin dengan sendirinya.
  3. Rendam dengan Rotan3 + PGPR (dosis 10 ml rotan + 10 ml pgpr + air 20 ml) selama 24 jam
  4. Semaikan benih pada media tanam tanah+kompos (bokashi) 1:1 yang sudah difermentasi sebelumnya minimal 7 hari
  5. Siram dengan rotan3 + PGPR + Trichoderma setiap hari sampai tumbuh 5-6 daun (dosis 10 ml:10 ml:10 ml dan air 3 liter)
  6. Pemindahan ke lahan :
  7. Kocor lobang pada bedengan dengan rotan3+trichoderma+pgpr+air dosis 1:1:1:10 sampai basah dan menjadi lembab sehari sebelumnya
  8. pindahkan benih yg sudah berdaun 5-6 ke lobang pada pagi atau sore hari. (yg terbaik pada sore hari.) sebaiknya di siram setelah penanaman agar tidak terlalu stress

Pemupukan:
Masa Vegetatif
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + pgpr (100 ml : 10 liter : 2 liter : 1 liter : 1 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada usia 7 Hst (2 minggu sekali.
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah (1 iter:1 ons:2 ons), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot mulai 14 hst ( 2 minggu sekali)
  3. Lakukan perempelan tunas air umur 30-35 hst, Jika ingin lebih lebat dan rimbun sebaiknya lakukan prunning pda tunas juga. (lakukan pada pagi hari)

Masa generative
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + mol buah (100 ml : 5 liter : 10 liter : 15 liter : 5 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada saat mulai muncul bunga pertama (2 minggu sekali)
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah + tembakau (1 iter:1 ons:2 ons : 1 genggam), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot berselingan dengan pupuk selang seminggu

Catatan :
dengan perlakuan rutin pupuk dan roma insyaallah tanaman sehat dan terhindar dari hama/penyakit.
mau ada hama atau tidak roma trs diaplikasikan berselangan dengan pemupukan

Sumber:

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tips - Mengatasi busuk daun pada Sawi (Caisim)

Apakah anda pernah mengalami penyakit busuk daun saat bercocok tanam Sawi? yang memang pada musim hujan, banyak daun sawi/caisim yang busuk, nah jika daun yang busuk kemudian menempel ke daun lainnya maka akan menular dengan cepat. 

ROMA, Artikel, Pertanian, Pupuk, Sayuran, Organik, Tips dan Trik, Caisim, Sawu
Masalah seperti ini sangat penting untuk segera diatasi. Hal ini tentu saja dikarenakannilai utama dari tanaman sawi/caisim ini adalah daunnya. nah jika daunnya mengalami masalah maka nilai ekonominya juga akan menurun drastis.

Nah dari group Solusi Pertanian Organik, saya mendapatkan solusi menarik yang bisa di aplikasikan/terapkan jika masalah ini terjadi. yaitu dengan mengaplikasikan ROMA. Yup, bahasan tentang roma ini pernah kita bahas sebelumnya. silahkan klik disini jika belum membacanya "".
Menurut Manjel Dech (Pembuat ROMA), aplikasi/penggunaan ROMA ditambah bawang putih kemudian cabe rawit dan jahe serta ditambah telur Insya Allah bisa mengatasi masalah ini. Namun dengan catatan aplikasikan ramuan ini seminggu sekali kalau musim hujan.

Nah semoga Tips ini dapat bermanfaat

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Ramuan Organik Hama (ROMA) Versi 1

Membasmi hama memang bukan perkara mudah, terlebih bagi petani organik. Hal ini dikarenakan petani organik pantang menggukana npestisida non-organisk dalam pelaksanaannya. Nah terus bagaimana membasmi hama secara Organik? tenang tentu ada Solusinya. Dalam sebuah group pertanian Organik, ada yang mantap untuk membasmi hama. Namanya ROMA (hehe keren ya kayak artis dangdut).

ROMA,Cara, Pembuatan, Pestisida, Organik, Tips dan Trik, Pinang,Sirsak,Serai,ROMA
Roma adalah singkatan dari Ramuan Organik Hama. Ramuan ini berfungsi untuk membasmi hama yang biasa mengganggu tanaman kita. Nah berikut cara membuat ROMA. Ramuan ini sangat efektif untuk hama ulat, trip, kutu daun, belalang, wereng, dan walang sangit.

Bahan :
  1. Buah pinang yang masih muda : 1 kg
  2. Daun sirsak : 1 kg
  3. Daun serai : 1 kg
  4. Air matang : 10 liter

Cara buat :
  • Buah pinang tumbuk sampai halus (semuanya baik kulit/bjinya)
  • Daun sirsak tumbuk / blender
  • Campur semua bahan dengan ar matang

Cara Penggunaan:
Campurkan 10 ml dengan 1 liter air, dan ramuan ini siap disemprotkan ke tanamah yang terkena hama

catatan :
  • Ramuan ROMA ini akan sangat efektif jika langsung diapliksikan/terapkan. Namun, jika ingin bertahan lama tambahkan ROTAN 1 liter pada ramuan dan bisa disimpan sampai 6 bulan.
  • Pengalaman yang aneh tapi luar biasa, jika ingin hama tersebut tidak kembali lagi alias kapok, ambil hama tersebut secukupnya. hancurkan terus tambahkan ke Ramuan ROMA 1.

Sumber:
Solusi Pertanian Organik (https://www.facebook.com/groups/403183829800395/)

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Bioaktivator dari Cairan Rumen Sapi

Mari kita mulai mandiri menyediakan berbagai kebutuhan yang kita butuhkan dalam bertani. semoga dengan membuat dan menyediakan sendiri kebutuhan, bisa menekan cost produksi. Nah salah satunya adalah pembuatan Bioaktivator. Bioaktivator ini berfungsi sebagai starter/bioaktivator proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Cara, Pembuatan, Dasar, Kompos, Organik, Panduan, Budidaya, Pertanian, Pestisida, Pupuk, Cair, ROTAN, Tips dan Trik,
Rumen sapi (wikimedia.org)
Langsung saja:

Bahan Utama :
  • Cairan rumen (isi usus halus sapi/cairan hasil perasan isi usus besar sapi) = 2 liter
  • Air gula /tebu/tetes tebu/molasis = 2 liter
  • Air rebusan dedak/katul = 4 liter

Bahan Tambahan :
  • Ragi tape = 2-3 buah
  • Trasi = seperempat-1 ons
  • Buah nanas = 1 buah
  • Urine Hewan (boleh sapi/kelinci/domba/kambing) yang sudah diendapkan selama satu minggu sebanyak 4 liter

Cara Buat :
  1. Campurkan 1 Kg katul/dedak dengan 5 liter air, lalu didihkan, kemudian saring dan ambil airnya sebanyak 4 liter.
  2. Campurkan rumen sebanyak 2 liter dengan air gula/tetes tebu/molases sebanyak 2 liter
  3. Campurkan air rebusan katul/dedak sebanyak 4 liter kedalam larutan campuran nomer 2.
  4. Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan/diparut/diblender.
  5. Campurkan seperempat-1 ons trasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya.
  6. Tambahkan 2-3 buah ragi tape kedalam larutan tersebut.
  7. Tambahkan Urine sapi/kelinci/domba/kambing tadi
  8. Masukan larutan bio aktivator tersebut pada wadah (botol/jerigen/ember) yang terbuat dari bahan plastik lalu tutup rapat, kemudian larutan simpan selama 2 minggu.
  9. Jika larutan sudah jadi, campurkan larutan dengan ROTAN 1 liter

Ciri – ciri bioaktivator yang sudah jadi:
  • Bio aktifator yang sudah jadi akan berbau khas tape/fermentasi/harum.
  • Berwarna kuning kecoklatan.
  • Tidak keruh dan tidak ada jamur berwarna coklat/abu–abu/hitam.

Ciri – ciri bioaktivator yang gagal :
  • Banyak mikroorganisme dalam larutan ini yang mati.
  • Jika dilihat, larutan akan berwarna coklat kehitaman, berbau busuk dan terdapat banyak jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Catatan:
Komposisi/kandungan microba dari campuran bioaktivator dengan ROTAN Insya Allah menjadi Probiotik yg bisa dikatakan “SEMPURNA” untuk digunakan proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Microba yg terkandung :
  • Microba selulolitik (Bacteriodes succinogenes dan Cillobacterium cellulosolvens serta Bacteriodes ruminicola)
  • Microba Amilolitik (Streptococcus bovis, Bacteriodes amylophilus),
  • Microba Bakteri Hemiselulolitik (Butyrivibrio fibriosolven, microba Ureolitik (Streptococcus sp),
  • Microba penambah N (Azotobakter, Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman,
  • Microba pelarut P (Bacillus subtilis, Aspergillus niger, Bacillus polymixa [bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat]),
  • Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Actinomycetes sp, (Azospirillum lipoverum) penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Bacillus mojavensis, bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara,
  • Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic,
  • Nitrosococcus sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Nitrosomonas sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Streptomyces sp, bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara.

Sumber:
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik
Bapak Manjel Dech (https://www.facebook.com/manjel.dech)
Teteh Eka Noerputri (Putri Ayah Manjel)

Dengan beberapa penambahan tanpa mengurangi isi artikel.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Ramuan Organik Tanaman (ROTAN)

Terlalu banyak menggunakan pupuk atau pestisida sintesis membuat kesuburan tanah kian rawan, bagaimanapun harus ada solusi. nah berikut salah satu solusi yang bisa anda coba. Namanya Ramuan Organik Tanaman (ROTAN). Fungsi Ramuan Organik Tanaman (ROTAN) adalah sebagai Pupuk Organik Cair yang bisa di aplikasikan ke berbagai jenis perawatan tanaman, dari mulai campuran pupuk, pembasmi hama, dan lain sebagainya. Nah bagaimana cara membuatnya? berikut artikel yang saya dapatkan dari Group Solusi Petani Organik.

Bokashi, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Cara Pembuatan, ROTAN, Nanas
Nanas, komponen pembuatan
CARA BUAT POC ROTAN by Manjel Dech

Bahan :
1. Buah Pisang : 5 buah
2. Buah Pepaya : 1 buah
3. Buah Nanas : 1 buah
4. Buah Mangga : 2 buah
5. Buah Melon/semangka : 1 buah
6. Kangkung air : 3 ikat
7. Kacang panjang : 3 ikat
8. Jagung muda : 2 buah
9. Ragi : 3 butir
10. Air kelapa : 5 liter
11. Air leri : 3 liter
12. Gula Kelapa : 1 kg
13. Usus ikan : 2 ons

Cara buat :
No 1 sampai 8 di blender sampai spt jus
didihkan Gula kelapa dengan air 1 liter, lalu biarkan sampai dingin
Campurkan semua bahan, kemudian aduk rata
Simpan larutan dalam wadah yang terbuat dari tembikar/plastic (jangan menggunakan wadah yang terbuat dari logam)
Fermentasi larutan selama 10-14 hari, setiap 2 hari sekali aduk larutan selama 5 menit, kemudian tutup kembali larutan
Ciri-ciri bahwa pembuatan rotan berhasil adalah jika campuran ini berbau asam dan harum tape
Fermentasi selesai jika sudah tidak lagi ada gas yang terkandung
Saring, ampasnya jangan sampai dibuang, karena masih mengandung mikroba baik.
Selesai

POC Rotan ini mengandung microba Azotobacter sp., Pseudomonas sp., Azospirillium sp., Rhizobium sp., Lactobacillius sp. dan Streptomyces sp.

Jika anda tidak ingin selalu membuat POC ini dari awal, silahkan perbanyak larutan dengan cara berikut:
1. Air jernih (sumur/mata air) : 100 liter
2. Dedak : 10 kg
3. Gula kelapa : 5 kg
4. Air kelapa : 10 liter
5. POC ROTAN : 1 liter

Panaskan air, dedak dan gula, sesudah dingin campurkan dengan dengan air kelapa dan ROTAN masukan dalam drum plastic tutup rapat selama 7 hari.

Selesai .. dah jadi POC ROTAN 100 liter dengan kwalitas yang sama.

Bagaimana agar ROTAN benar-benar memiliki kualitas terbaik?
Tambahkan ZPT Auxin 1 Liter, Sitokinin 1 liter (untuk pupuk vegetatif) kedalam 100 liter tadi
Tambahkan ZPT Sitokini ½ liter, Giberelin 1.5 liter (untuk pupuk generatif) kedalam 100 liter tadi

Dosis :
Untuk tanaman padi : 250 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)
Untuk palawija : 100 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)

Sekarang bagaimana caranya untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikronya?
Buat pupuk organic padat / bokashi :
1. Kohe domba : 1 ton
2. Dolomit : 100 kg
3. Dedak : 50 kg
4. Sekam : 300 kg
5. Jerami : 1 ton
6. ROTAN : 4 liter
7. Air kelapa : secukupnya

Fermentasi semua selama 5-7 hari
Terdapat 16 unsur hara sudah tercukupi untuk 1 hektare


Sumber:
  • https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik
  • Bapak Manjel Dech (https://www.facebook.com/manjel.dech)

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal lebih jauh Teknologi dalam Pertanian Organik


Pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian yang sangat populer dilakukan untuk mengembalikan kesuburan dan produktifitas tanah yang saat ini sudah banyak yang rusak karena pestisida sintesis dengan secara yang alami.

Artikel, Dasar, Pertanian, Organik, Sayuran
Sumber: Google Images
Prinsip Pertanian organik adalah mengembalikan semua bahan organik ke dalam tanah dalam bentuk sisa atau olahan yang dihasilkan dari limbah tanaman atau ternak. Prinsip Dasar pertanian organik ini adalah menyediakan unsur hara yang baik secara alami kedalam tanah.

Kelebihan Sistem Pertanian Organik:
  1. Pertanian organik merupakan sistem yang aman bagi lingkungan. Penggunaan pupuk kimia/sistesis secara terus menerus akan merusak struktur tanah dan tentu saja menurunkan kesuburannya tanah. Pemakaian pestisida, pupuk kimia dan obat-obatan kimia juga bisa merusak keseimbangan ekosistem dari lingkungan sekitar. Secara tanpa kita sadari, penggunaan pupuk dan pestisida kimia dapat membunuh predator alami, yang akan menyebabkan meledaknya populasi hewan tertetu yang menjadi hama.
  2. Pertanian organik memperbaiki kualitas kesehatan hasil panen. Hasil produksi pertanian lebih aman dan tentu saja lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia/sistesis. Penggunaan pestisida dan pupuk yang bahan yang dihasilkan dari rekayasa kimia merupakan salah satu penyebab bermunculannya berbagai jenis penyakit kanker.
  3. Tanaman organik yang jelas biasanya mempunyai rasa yang lebih enak, manis, dan segar jika dibandingkan tanaman non-organik.
  4. Pertanian organik Tidak tergantung dengan pupuk dan pestisida kimia. dengan Pertanian organik, para petani tidak perlu cemas lagi terhadap kelangkaan pupuk dan pestisida, karena dalam pertanian organik pupuk dan pestisida dapat diproduksi secara mandiri.
  5. Pertanian organik memungkinkan untuk dilakukan Diversifikasi Pertanian, yaitu penangkaran/peng-anekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil produk pertanian. Dapat dilakukan dengan memperbanyak jenis kegiatan pertanian (misal sistim tumpang sari pertanian dan perikanan kerennya aquaponik) dan atau memperbanyak jenis tanaman pertanian dalam suatu lahan.
  6. Harga produk tanaman organik cenderung lebih mahal (jelas ini tergantung dimana dan bagaimana kita memasarkannya). Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi para petani. Meskipun tentu saja biaya pengolahan sistem organik relatif lebih tinggi, namun dengan penanganan produksi yang baik, biaya produksi bisa lebih rendah. Selain itu sebagai tujuan jangka panjang, pilihan masyarakat akan hasil pertanian organik juga cenderung meningkat.

Penerapan Pertanian Organik dalam Membangun Pertanian Berkelanjutan

Maksudnya adalah dengan pertanian organik, kita juga turut membangun sistim pertanian yang dapat berlanjut dalam segala aspek mata rantainya, aspek-aspek tersebut meliputi:
  1. Aspek Ekologis, Yaitu tetap memelihara keberlangsungan kualitas sumber daya alam baik dari manusia, tanaman, hewan, maupun semua unsur biologi dalam tanah.
  2. Aspek Ekonomis, Yaitu jaminan bahwa petani dapat memenuhi semua kebutuhan produksi dari hasil pertanian yang dijalani dan sebagai sumber pendapatan yang laik/layak bagi mereka.
  3. Aspek Adil dan Manusiawi, Menjamin kelangsungan mata rantai dalam seluruh kegiatan pertanian
  4. Aspek Kreatif dan Inovatif, bahwa petani dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi pertanian yang dinamis, misalnya meningkatnya permintaan pasar, terjadinya penyempitan lahan, perubahan/dinamika kebijakan, dan majunya teknologi pertanian.

Sumber: Berbagai Sumber
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Jenis Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan mikto organisme yang hidup alami. Dalam membuat pupuk kompos diperlukan bahan pembuat seperti material organik dan organisme yang bertindak sebagai pengurai. Adapun organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Cara Pembuatan, Dasar, Organik, Kompos, Pupuk, Cair, Tips dan Trik
Wikipedia.org
Salah satu contoh pengomposan secara alami adalah adanya humus. Namun prosesnya berjalan sangat lambat, bahkan bisa sampai berbulan-bulan lamanya atau bahkan hingga tahunan. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dilakukan dapat terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Pupuk kompos sangat mudah dibuat dan teknologinya yang digunakannya juga sangat sederhana. Siapapun bisa mengerjakannya, baik untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan. Bahkan pupuk kompos bisa dibuat di dapur untuk skala rumah tangga.

Jenis-jenis pupuk kompos

Perbedaan jenis-jenis pupuk kompos biasanya dilihat dari tiga aspek.
  1. dilihat dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.
  2. dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada juga yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.
  3. dilihat dari bentuknya ada yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini beberapa contoh dari jenis-jenis pupuk kompos yang umum dipakai.

1. Pupuk kompos Aerob

Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen dalam pembuatannya. Bahan utama pembuatan pupuk kompos aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau bisa campuran keduanya. Proses pembuatannya kompos jenis ini memerlukan waktu 40-50 hari, untuk lebih jelasnya silahkan baca cara membuat kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling terkenal adalah pupuk bokashi. Ciri khas pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yaitu  efektif mikroorganisme (EM4) . Inokulan ini terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. Untuk mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos merupakan salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang digunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya. Vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya bisa berlangsung aerob ataupun anaerob. Pupuk organik cair dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar (kecuali pada sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat.


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.

Salam Hijau

Cara Menanam Daun Sirih (Piper Betle) sendiri Dirumah

Menanam daun Sirih (Piper Betle) paling bagus saat iklim memasuki awal hujan. Daun Sirih (Piper Betle) adalah tumbuhan yang merambat dengan media lain. Ketinggiannya daun 5 s/d 15cm. Batangnya berjenis kayu lunak, beruas dan bentuknya bulat. Dengan daun berwarna hijau dan Merah (Terhgantung jenisnya). Jenis Sirih (Piper Betle) bisa dibedakan dengan bentuk daunnya serta rasa dan aroma. Ada yang dari Sirih (Piper Betle) jawa, cengke, dan hitam. Sirih (Piper Betle) sangat bagus pertumbuhannya jika cuacanya basah seperti yang ada pada dataran tinggi. Namun harus tetap mendapat cahaya matahari penuh.

Artikel, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Tips dan Trik, Daun Sirih
Untuk menanam daun Sirih (Piper Betle), pertama kali yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan. Tanah harus dibersihkan dari gulma dan batu-batuan. Cangkul media hingga 20 cm. Kemudian buatlah bedengan. Setelah itu buat lubang untuk menanam sirih dengan ukuran P 80 x L 40 x 60 cm. Jaraknya cukup dua meter saja. Sebelum penanaman sirih, hendaknya diberikan pupuk kandang sekitar setengah kg kemudian diaduk hingga rata. Agar batang sirih dapat tumbuh dengan baik maka sebaiknya memakai penyangga dari bambu atau penyangga lain. Setelah lahan disiapkan maka langkah selanjutnya menyiapkan bibit yang akan digunakan. Penyediaan bibit ini bisa memakai stek sulur. Sulur yang dipakai sebaiknya yang dapat mengeluarkan akar. Potong dengan ukuran 30 cm dan tanam di polybag yang telah diisi campuran tanah serta pupuk kandang.

Untuk penanaman sirih, pilih bibit yang paling bagus. pindahkan pada lubang yang telah disiapkan. Siram tanaman daun sirih ini menggunakan air bersih. Penggunaan pupuk kandang sangat dianjurkan ketika menanam daun Sirih (Piper Betle), karena akan menghasilkan daun Sirih yang baik. Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma setiap dua bulan sekali. Pada daun Sirih (Piper Betle) jarang ditemukan penyakit yang ditimbulkan oleh hama. Panen dapat dilakukan setelah daun sirih mencapai usia setahun dan dengan cara memetik daunnya yang sudah tua dan dari samping. Manfaat yang diberikan oleh daun Sirih (Piper Betle) yaitu dapat meredakan batuk, sigunakan juga sebagai anti radang dan berguna merangsang saraf pusat. Selain itu, perasan pada daun Sirih (Piper Betle) bisa menghambat tumbuhnya bakteri dan dianjurkan untuk menggunakan daun Sirih (Piper Betle) sebagai obat infeksi.

Selamat bercocok tanam.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau