• home

Tata Cara Budidaya (SOP) Melon Organik

Melon merupakan salah satu bahan konsumsi buah-buahan yang digemari masyarakat luas. Buah melon umumnya dikonsumsi sebagai buah segar untuk  mencuci mulut atau pelepas dahaga. Selain itu buah melon dijadikan pencampur minuman atau dibuat “juice”, bahkan dewasa ini buah melon mulai dijadikan bahan baku industri minuman.

Buah Organik, Cara Pembuatan, Hama dan Penyakit, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Cair, ROTAN, Tips dan Trik, Pupuk Organik, Melon Organik
Tanaman Melon
Melon merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang semakin banyak diminati petani. Berbagai varietas telah dikembangkan, jenis melon berkembang baik bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, maupun aroma dan citarasanya.

Berikut SOP Budidaya Melon Organik By. Ayah Manjel Dech (Solusi Petani Organik/SPO) 

PEMBENIHAN
  1. Benih direndam kedalam larutan ROTAN3 + PGPR selama 15 menit. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.
  2. Kemudian benih disemaikan pada polybag, yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 3:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Atau disemaikan pada tempat penyemaian khusus
  3. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah. Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan media semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka
  4. Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. Apabila daun sejati keluar, penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus, kering dan layu
  5. Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk ROTAN3 + PGPR cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 3-5 cc/liter. Pupuk akar tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi
  6. Pada masa pembibitan penyemprotan pesnab dilakukan apabila dianggap perlu. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (pl plasmolisis). Penyomprotan ROMA ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan.
  7. Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari.


PENGOLAHAN MEDIA TANAM

a.    Pembajakkan
Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi, struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm

b.    Pembentukkan bedengan
Buat bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m; tinggi bedengan 30–50 cm; lebar bedengan 100–110 cm; dan lebar parit 55–65 cm

c.    Pengapuran
Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini
  • < 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
  • 4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
  • 4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
  • 5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
  • 5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
  • 6,1 – 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha

d.    Setelah proses pembuatan bedengan (panjang 15m) selesai taburkan pupuk kandang sebanyak 1 karung untuk setiap bedengan selanjutnya semprotkan/kocorkan ROMA, 1-3 hari kemudian kocorkan ROTAN3 + TRICHODERMA secara merata keseluruh permukaan lahan. Kemudian campur/aduk tanah, setelah selesai tutup dengan mulsa dan biarkan selama 2 minggu jangan dulu dilubangi.Hal ini dilakukan supaya lahan sudah benar2 steril dan sehat untuk media tanam melon, juga kandungan unsur2 hara makro dan mikro siap diserap oleh tanaman.

TEKNIK PENANAMAN

a.    Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm, dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat atau dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. Dengan jarak antar lubang 40-50 cm

b.    Cara Penanaman
Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas

PEREMPELAN

Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama

PEMUPUKKAN

  1. Hari ke 1 : semprot/kocor dengan ROTAN3 + PGPR + TRICHODERMA
  2. Hari ke 7 : semprot/kocor dengan ROMA++
  3. Hari ke 14 : semprot/kocor dengan POC Vegetatif
  4. Hari ke 21 : semprot/kocor dengan ROMA++
  5. Hari ke 28 : semprot/kocor dengan POC Vegetatif
  6. Hari ke 35 : semprot/kocor dengan ROMA++
  7. Hari ke 40 : semprot/kocor dengan POC Generatif
  8. Hari ke 47 : semprot/kocor dengan ROMA++
  9. Hari ke 54 : semprot/kocor dengan POC Generatif
  10. Hari ke 60 : semprot/kocor dengan POC Generatif

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

a.    Pengairan
Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.

b.    Penyiraman
Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya

PEMANGKASAN

Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25





Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/585965691522207/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Menanam Pisang Versi Solusi Petani Organik

Bagi negara tropis seperti di kita ini, sebenarnya menanam pisang bukan hal yang sulit, bonggol pisang tertinggal saja bisa tumbuh dan menjadi tanaman pisang baru. Namun untuk skala bisnis, penanaman pisang tidak bisa begitu saja, ada cara-cara yang bisa dilakukan agar hasilnya dapat maksimal. berikut cara menanam pisang versi SPO (Solusi Petani Organik)

Artikel, Bokashi, Buah Organik, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, ROTAN, Tips dan Trik,
Persiapan benih:
  1. Ambil anakan/benih dari pohon yang benar-benar sehat
  2. Pangkas daunnya sisakan pucuk daun teratas saja
  3. rendam akar anakan/benih dalam ROTAN+ZPT selama 10-15 menit

Persiapan lahan :
  1. Buat bedengan dengan ketinggian bedengan antara 20-30 cm
  2. Buat lubang ukuran 50x50x50 cm
  3. Usahakan jarak antara lubang 3 x 3 m
  4. Taburkan kapur/dolomit/kaptan 2-3 kg per lubang
  5. Biarkan lubang selama seminggu agar terkena sinar matahari
  6. Seminggu kemudian masukan bokashi tau pupuk organik/kompos yang sudah benar-benar matang sebanyak 15-20 kg dan trichoderma sebanyak 50 - 100 gram
  7. Campurkan dengan tanah dengan perbandingan 1 : 1
  8. Biarkan selama seminggu

Penanaman dan pemupukan :
  1. Tanam anakan yang sudah disiapkan sebelumnya pada sore hari
  2. Siram dengan ROTAN + ZPT (Auxin + Sitokinin) pada hari ke 7
  3. Pemupukan selanjutnya setiap dua minggu sekali dengan ROTAN + MOL sabut Kelapa + Cairan Kohe urine (yang sudah difermentasi sebelumnya) + ZPT (auxin + sitokinin) Selama 2 bulan pertama, bulan ke tiga dan seterusnya boleh sebulan sekali.
  4. Sebulan sebelum masa keluar tandan atau bunga, beri pemupukan ROTAN + MOL buah + ZPT (Sitokinin+Giberalin) + MOL sabut kelapa seminggu sekali.
  5. Setelah tandan pisang berbuah hentikan pemberian ZPT

Catatan: Penanaman sebaiknya dimulai di awal musim hujan (September/Oktober) Untuk regenerasi sebaiknya anakan dalam setiap rumpun cukup 2-3 dengan usia yg berbeda.Dengan pola yg sudah dicoba spt di atas hasil 50-60% lebih banyak dari cara konvensional dan tanaman pisang benar2 bebas dari penyakit.

Semoga sukses .. !!


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Budidaya Tomat dengan cara Organik

Tomat merupakan komoditas hortikultura yang sangat penting, namun produksinya, baik dalm hal kuantitas maupun kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain oleh tanah yang keras, miskin unsur hara mikro, kurangnya hormon, pemupukan tidak berimbang, pengaruh cuaca dan iklim, serangan hama dan penyakit, serta teknis budidaya petani.

Persiapan Lahan :
  1. Buat bedengan pada lahan dengan lebar 1-1,2 meter. Panjannya sesuaikan dengan panjang lahan yang ada, tinggi bedengan 20-30 cm.
  2. Kemudian masukan kohe/kompos 1-2 ton per hektare kemudian campurkan atau aduk hingga rata.
  3. Jangan lupa buat parit antar bedengan sedalam 20-30 cm untuk drainase
  4. Siapkan ROMA + Bawang Putih + Cabe Rawit + Tembakau (1:1/2:1:1/2) dengan dosis dosis 2 gelas + 10 liter air, kocorkan ke bedengan
  5. 3-5 hari kemudian kocorkan trichoderma dengan dosis 1 liter+100 liter air. Semakin basah semakin bagus
  6. Kocorkan Rotan 3 dengan dosis 1 liter+100 liter air (bisa dibarengkan dengan trichoderma aplikasinya)
  7. Tutup bedengan dengan mulsa jika menggunakan mulsa 2 warna maka yg putih diatas.
  8. Tutup sampai rapat ke batas tanah. Biarkan selama 2 minggu
  9. Setelah 2 minggu baru buat lubang pada bedengan dengan jarak 50x60 cm.
Tomat, Artikel, Buah Organik, Pupuk Cair, ROMA, ROTAN, Sayuran Organik, Tips dan Trik

Persiapan benih:
  1. Pilih benih yg baik dengan cara, rendam dengan air garam yg bj airnya 1 (teknik telur mengambang), ambil hanya benih yg tenggelam saja
  2. Cuci bersih sampai air garam hilang, kemudian rendam dengan air hangat (70 derajat) dengan tinggi 0.5-1 cm dari batas atas permukaan benih, biarkan sampai air dingin dengan sendirinya.
  3. Rendam dengan Rotan3 + PGPR (dosis 10 ml rotan + 10 ml pgpr + air 20 ml) selama 24 jam
  4. Semaikan benih pada media tanam tanah+kompos (bokashi) 1:1 yang sudah difermentasi sebelumnya minimal 7 hari
  5. Siram dengan rotan3 + PGPR + Trichoderma setiap hari sampai tumbuh 5-6 daun (dosis 10 ml:10 ml:10 ml dan air 3 liter)
  6. Pemindahan ke lahan :
  7. Kocor lobang pada bedengan dengan rotan3+trichoderma+pgpr+air dosis 1:1:1:10 sampai basah dan menjadi lembab sehari sebelumnya
  8. pindahkan benih yg sudah berdaun 5-6 ke lobang pada pagi atau sore hari. (yg terbaik pada sore hari.) sebaiknya di siram setelah penanaman agar tidak terlalu stress

Pemupukan:
Masa Vegetatif
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + pgpr (100 ml : 10 liter : 2 liter : 1 liter : 1 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada usia 7 Hst (2 minggu sekali.
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah (1 iter:1 ons:2 ons), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot mulai 14 hst ( 2 minggu sekali)
  3. Lakukan perempelan tunas air umur 30-35 hst, Jika ingin lebih lebat dan rimbun sebaiknya lakukan prunning pda tunas juga. (lakukan pada pagi hari)

Masa generative
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + mol buah (100 ml : 5 liter : 10 liter : 15 liter : 5 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada saat mulai muncul bunga pertama (2 minggu sekali)
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah + tembakau (1 iter:1 ons:2 ons : 1 genggam), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot berselingan dengan pupuk selang seminggu

Catatan :
dengan perlakuan rutin pupuk dan roma insyaallah tanaman sehat dan terhindar dari hama/penyakit.
mau ada hama atau tidak roma trs diaplikasikan berselangan dengan pemupukan

Sumber:

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Budidaya Bengkoang secara Organik

Ingat rujak, pastinya ingat bengkoang. Tanamah yang satu ini memang sangat segar terutama jika di santap saat cuaca terik. Bengkoang atau bengkuang (Pachyrhizus erosus L) adalah tumbuhan yang menjalar. Tanaman ini bisa memiliki panjang hingga 5-6 meter dengan kebiasaan menjalar dan membelit. Bengkuang diambil umbinya dan digunakan sebagai bahan makanan, dibuat tepung, bahan baku obat dan makanan olahan lainnya.

Artikel, Buah Organik, Dasar Organik, Pertanian Organik
Gambar dari Google Images

Terdapat dua jenis bengkoang yang di kembangkan di Indonesia, yaitu jenis genjah dan badur. Varietas genjah memiliki usia panen yang lebih cepat yaitu 4-5 bulan sedangkan jenis badur usia panennya antara 7 sampai 11 bulan. Pada postingan kali ini, kita akan membahas mengenai jenis genjah .

Bercocok Tanam bengkoang cocok dilakukan didataran rendah hingga ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Tapi bengkoang sangat baik tumbuh pada ketinggian idealnya adalah 200-800 meter dari permukaan laut dengan curah hujan sekitar 700-1000 mm per tahun. Nah, untuk masalahn suhu ideal untuk tumbuh bengkoang berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celcius. Bengkoang dapat tumbuh baik di tanah lempung berpasir dengan kandungan unsur hara tinggi dan keasaman tanah berada antara 4,5 sampai dengan 8 pH.

Penyiapan benih bengkoang

Benih bengkoang bisa didapatkan dengan 2 cara, cara pertama memilih/menyortir dari tanaman yang sudah ada. Adapun caranya adalah pilih beberapa tanaman yang sehat, kemudian tunggu hingga tanaman tersebut tumbuh berbunga sampai mengeluarkan polong (biji).

polong (biji) yang tumbuh hingga tua, setelah itu polong (biji) siap dipanen sebagai benih. Jika benih mau  disimpan,  ada baiknya jangan dibuka kulit polong (biji)nya. Kalaupun dibuka dari kulitnya harus disimpan ditempat yang kering dan tertutup rapat. Dengan penyimpanan yang baik benih biasanya bertahan hingga 1 tahun.

Cara yang kedua adalah dengan memilih/menyortir benih dari hasil panen. Pilih beberapa umbi yang mutunya bagus, dapat dilihat dari ukuran dan bentuknya, kemudian anda bias menyimpan umbi tersebut ditempat yang memiliki kelembaban cukup. Biarkan tumbuh tunas pada umbi tersebut. Setelah tunas tumbuh, seleksi tunas tersebut. Tunas yang paling baik adalah yang paling dekat dengan pusat umbi. Kemudian tanam bengkuang tersebut, dan biarkan bunganya tumbuh hingga menghasilkan polong (biji). Setelah itu polong (biji) dapat dipanen sebagai benih. Cara kedua ini biasanya menghasilkan benih yang lebih baik dari cara pertama.

Pengolahan tanah dan penanaman

Artikel, Buah Organik, Dasar Organik, Pertanian Organik
Tanaman Bengkoang (wikimedia.org)
Pertama-tama tanah dibajak atau dicangkul dengan tujuan menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan agar drainase tanah berjalan baik. Lebar bedengan 1 meter dengan tinggi 20-25 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kontur lahan. Atur jarak antar bedengan sebesar 40-50 cm.

Tebarkan atau campurkan pupuk kandang atau kompos. Takaran pupuk dasar kira-kira 20 ton per hektar. Kemudian aduk hingga merata. Setelah itu buat lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 5-7 cm. Dalam satu bedeng buat dua baris lubang dengan jarak dalam baris 25 cm dan jarak antar baris 30 cm. Masukkan benih bengkoang pada setiap tugalan sebanyak 1 biji Kemudian timbun dengan tanah. Kemudian siram secukupnya untuk mempertahankan kelembaban tanah.  Kebutuhan benih bengkoang kira-kira 25-30 kg per hektar.

Sebelum benih ditanam ada baiknya rendam dahulu benih selama 6-12 jam, kemudian tiriskan dan biarkan selama satu hari. Nanti akan terlihat calon-calon tunas tumbuh pada biji bengkoang. Baru setelah itu biji dapat ditanam.

Perawatan Bercocok Tanam bengkoang

Bengkoang termasuk tanaman yang tahan kekeringan. Tapi jika terjadi kekeringan ekstrim, lakukan penyiraman secukupnya. Harap diperhatikan penyiraman jangan dilakukan setengah basah, hal ini akan membuat tanaman mati dan layu.

Ketika tanaman berumur 2 minggu biasanya batangnya sudah tumbuh dan mulai menjalar, pada usia ini dapat dilakukan penyiangan tergantung kondisi dilahan. Pada saat ini juga dilakukan penyulaman jika ada tanaman bengkoang yang tidak tumbuh. Tapi penyulaman ada baiknya menggunakan kacang tanah, tidak memakai begkuang lagi. Karena pada usia seperti ini, bengkoang baru tidak dapat mengejar yang lainnya. Penyulaman dengan kacang tanah berfungsi juga untuk memperkaya nitrogen tanah.

Pada usia 3 minggu lakukan pemupukan tambahan dengan kompos kering ataupun sekam ayam. Satu bedengan bengkoang bisanya membutuhkan sekitar 20 kg, atau kira-kira 20 ton per hektar. Untuk pemberian pupuk tambahan ada baiknya dissesuaikan dengan penampakan tanaman, bila terlihat kurang gizi berikan pupuk tambahan secara penuh. Tapi apabila tanaman tumbuh subur kurangi pemberian pupuk untuk menghemat pengeluaran.

Pada usia satu bulan mulai lakukan proses pengguntingan pucuk daun pada semua tanaman yang ada. Biasanya setelah penguntingan pertama akan muncul banyak tunas baru. Pengguntingan kedua dilakukan ketika bengkoang berumur 2 bulan. Lakukan lagi pengguntingan pucuk dan bunga.

Pengguntingan dilakukan apabila minimal 80% bunga telah mekar, karena apabila pengguntingan dilakukan pada saat bunga belum mekar maka umbi bengkoang yang terbentuk tidak akan bulat membesar, Tapi mirip seperti wortel yakni kecil dan memanjang. Pada waktu pengguntinga kedua ini, pilihlah 10-20 tanaman dalam satu bedeng yang akan dijadikan bibit. Untuk tanaman yang akan dijadikan bibit ini, jangan dilakukan pengguntingan bunganya, tapi biarkan supaya bunganya menghasilkan biji. Selanjutnya lakukan prosedur pembenihan seperti yang diterangkan di atas.

Pada usia 3,5 bulan lakukan pengguntingan ketiga. Gunting semua bunga dan daun muda termasuk bunga yang ada diketiak-ketiak daun, jangan sampai terlewat. Setelah pemotongan ketiga perkembangan umbi terjadi sangat cepat.

Pengendalian hama dan penyakit

Bercocok Tanam bengkoang biasanya tidak memiliki banyak hama dan penyakit. Tapi tetap harus mewaspadai timbulnya bercak taun, tungau daun merah dan kumbang. Untuk mengatasi hama dan penyakit lakukan rotasi tanaman dengan palawija/tanaman lain, pengolahan tanah yang baik, sanitas kebun dan pemilihan benih atau bibit yang baik.

Pemanenan Bercocok Tanam bengkoang

Tanaman bengkoang mulai dapat dipanen pada usia 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara dicabut atau digali. Bercocok Tanam bengkoang yang baik akan dapat menghasilkan 7-8 ton per hektar.
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Kenali Manfaat pohon ketapang

Pasti pada kenal dong sama pohon ketapang?? (liat digambar kalo belom pernah lihat di gambar). Pohon ini dikenal menghasilkan suatu racun pada daun-daunnya untuk mempertahankan dirinya terhadap serangga parasit. Daun-daun yang mengeringkan jatuh masuk ke sungai akan menimbulkan warna coklat kuat. Larutan ini penuh dengan asam organik seperti humic dan tannin.

Penampakan Ketapang - Gambar dari Google Images


Ketapang yang mengering dapat melepaskan asam organik seperti humic dan tannin, yang dapat menurunkan pH air, dan menyerap bahan-kimia berbahaya dan memberikan kondisi air yang nyaman bagi ikan.

Asam humic, adalah suatu campuran yang komplek pembusukan sebagian bahan-bahan organik. Asam humic dari air tawar berasal dari beberapa sumber, terbanyak datang dari tanah hasil pembusukan tanaman. Zat ini terbawa air masuk ke sungai dan danau dan berubah sepanjang perjalanannya hingga ke laut. Asam Humic mengandung belerang, fosfor dan nitrogen serta bermacam-macam zat lain seperti Ca, Mg, Cu, Zn dan lain lain. Asam humic dapat dipecah ke dalam dua kelompok berdasar pada ukuran dan polaritas masing-masing komponennya. Pecahan yang lebih kecil yang lebih polar dinamakan asam fulvic dan yang lebih besar yang bukan polar biasanya disebut asam humic. Asam humic adalah hasil akhir pembusukan bangkai binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang sangat berperan penting dalam kesuburan tanah.

Daun dan Buah Ketapang - Gambar dari Google Images


Secara umum, pemberian daun ketapang pada kolam dapat menurunkan PH air. Namun jika terlalu banyak pemberian daun ketapang kering kedalam air dapat membuat pH semakin rendah. Maka sesuaikanlah pemakaian ketapang kering agar memberikan efek yang optimal kepada ikan.

Sekian, semoga bermanfaat.
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Apa dan mengapa memilih mengkonsumsi Buah Organik

Organik, oh organik, begitu banyak yang membicarakannya belakangan ini, Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan organik?, memang banyak definisi dan pemaparan tentng ini. berikut ini salah satu referensi yang bisa dijadikan gambaran mengenai Bahan dalam hal ini buah organik.

Buah organik adalah produk pangan yang dihasilkan dari sistem pertanian organik yang menerapkan keseimbangan ekosistem secara terpadu, yaitu meminimalisir penggunaan zat kimia sintetis, pupuk non-organik, hingga bahan-bahan kimia lainnya, seperti pestisida, insektisida, dan lain-lain.

Selain membebaskan bahan pangan dari kandungan bahan kimia, pertanian organik juga membersihkan lahan dari zat-zat berbahaya. Untuk membuat pertanian organik, lahan harus terlebih dahulu dilepaskan dari paparan pestisida dan pupuk buatan selama minimal 5 tahun sebelum disebut lahan organik murni.

Buah-buahan organik yang dihasilkan dari lahan organik, memiliki kandungan gizi, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah-buahan konvensional (non-organik). Tomat, semangka, melon, jeruk, apel, anggur, dan lain-lainnya kini bisa dinikmati dan diambil manfaat gizinya secara utuh tanpa terkontaminasi residu racun-racun kimia. Cita rasanya pun lebih baik dari buah-buahan yang ditanam secara konvensional. Renyah, manis, dan menyehatkan tubuh.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau