• home

Cara Menanam Daun Sirih (Piper Betle) sendiri Dirumah

Menanam daun Sirih (Piper Betle) paling bagus saat iklim memasuki awal hujan. Daun Sirih (Piper Betle) adalah tumbuhan yang merambat dengan media lain. Ketinggiannya daun 5 s/d 15cm. Batangnya berjenis kayu lunak, beruas dan bentuknya bulat. Dengan daun berwarna hijau dan Merah (Terhgantung jenisnya). Jenis Sirih (Piper Betle) bisa dibedakan dengan bentuk daunnya serta rasa dan aroma. Ada yang dari Sirih (Piper Betle) jawa, cengke, dan hitam. Sirih (Piper Betle) sangat bagus pertumbuhannya jika cuacanya basah seperti yang ada pada dataran tinggi. Namun harus tetap mendapat cahaya matahari penuh.

Artikel, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Tips dan Trik, Daun Sirih
Untuk menanam daun Sirih (Piper Betle), pertama kali yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan. Tanah harus dibersihkan dari gulma dan batu-batuan. Cangkul media hingga 20 cm. Kemudian buatlah bedengan. Setelah itu buat lubang untuk menanam sirih dengan ukuran P 80 x L 40 x 60 cm. Jaraknya cukup dua meter saja. Sebelum penanaman sirih, hendaknya diberikan pupuk kandang sekitar setengah kg kemudian diaduk hingga rata. Agar batang sirih dapat tumbuh dengan baik maka sebaiknya memakai penyangga dari bambu atau penyangga lain. Setelah lahan disiapkan maka langkah selanjutnya menyiapkan bibit yang akan digunakan. Penyediaan bibit ini bisa memakai stek sulur. Sulur yang dipakai sebaiknya yang dapat mengeluarkan akar. Potong dengan ukuran 30 cm dan tanam di polybag yang telah diisi campuran tanah serta pupuk kandang.

Untuk penanaman sirih, pilih bibit yang paling bagus. pindahkan pada lubang yang telah disiapkan. Siram tanaman daun sirih ini menggunakan air bersih. Penggunaan pupuk kandang sangat dianjurkan ketika menanam daun Sirih (Piper Betle), karena akan menghasilkan daun Sirih yang baik. Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma setiap dua bulan sekali. Pada daun Sirih (Piper Betle) jarang ditemukan penyakit yang ditimbulkan oleh hama. Panen dapat dilakukan setelah daun sirih mencapai usia setahun dan dengan cara memetik daunnya yang sudah tua dan dari samping. Manfaat yang diberikan oleh daun Sirih (Piper Betle) yaitu dapat meredakan batuk, sigunakan juga sebagai anti radang dan berguna merangsang saraf pusat. Selain itu, perasan pada daun Sirih (Piper Betle) bisa menghambat tumbuhnya bakteri dan dianjurkan untuk menggunakan daun Sirih (Piper Betle) sebagai obat infeksi.

Selamat bercocok tanam.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tips - Cara Budidaya Sawi (Caisim) Secara Organik

Tanaman Sawi (Caisim) termasuk dalam kelas Dicotyledonae, ordo Rhoeadales (Brassicales), termasuk kedalam genus Brassica, dan masuk kedalam spesies Brassica Juncea. Tanaman ini pada umumnya memiliki daun yang panjang, tidak memiliki bulu, halus dan tidak berkrop. Ada bermacam-macam tanaman Sawi (Caisim), diantaranya Sawi (Caisim) putih, Sawi (Caisim) keriting, Sawi (Caisim) hijau, Sawi (Caisim) huma dan Sawi (Caisim) China. Sawi (Caisim) yang paling dikenal adalah Sawi (Caisim) China yang suka dipakai di dalam hidangan baso.


Sawi (Caisim) dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan tanamah lain misal kangkung, bayam, wortel, atau bawang daun. Di samping itu, Sawi (Caisim) dapat pula ditanam dengan cara monokultur. Sawi (Caisim) memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan diantaranya melancarkan pencernaan, membersihkan darah, menyembuhkan sakit kepala, dapat memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan gatal tenggorokan pada orang yang sedang batuk.

Berikut beberapa teknik dalam budidaya Sawi (Caisim) secara organik:

1. Pembenihan dan pengolahan lahan
Untuk setiap hektar lahan dibutuhkan kira-kira 750 gram benih  Sawi (Caisim). Benih Sawi (Caisim) memiliki bentuk bulat dan ukurannya yang sangat kecil. Benih yang akan digunakan sebagai benih harus diperhatikan lama penyediaan, temperatur, jenisnya, tingkatan kandungan air dan tempat penyimpanannya.

Lahan yang akan digunakan sebagai lahan penanaman Sawi (Caisim), harus bersih dari batu-batuan, rumput, semak belukar, dan pohon yang dapat menghambat perkembangan Sawi (Caisim). Sebab tanaman Sawi (Caisim) sangat membutuhkan cahaya matahari langsung.

Tanah disiapkan dengan menambahkan pupuk organik, misalnya kompos atau pupuk kandang. Jika PH tanah kurang, sebaiknya dilakukan pengapuran lebih dulu untuk menetralkannya.

2. Pembenihan
Pembenihan dilaksanakan beriringan dengan penggarapan tanah untuk penanaman. Untuk pembibitan, biasanya disiapkan tempat tertentu dengan panjang maupun lebar kurang lebih 1 meter. Pembenihan sebaiknya dilaksanakan saat curah hujan lebih dari 200 milimeter setiap bulan atau ketika musim hujan.

Dalam tempat pembenihan, lebih dulu ditebar benih, tempatnya sebelumnya ditebari dengan pupuk kandang, urea, TSP dan KCI. Pemupukan dilakukan dua minggu sebelum penanaman benih. Saat benih tanaman Sawi (Caisim) ditebar, lalu benih ditutup oleh tanah setebal 2 centimeter, lalu siram dengan air secukupnya. Seteah tiga sampai lima hari, benih Sawi (Caisim) akan tumbuh. Dalam sebulan, bibit siap untuk pindahkan ke lahan sebenarnya pembesaran.

3. Penanaman dan perawatan
Penanaman tanaman Sawi (Caisim) dapat dilakukan di tempat yang terbuka maupun memakai lahan khusus dengan batas-batas tertentu di sisi kanan dan kirinya. Lahan tempat penanaman bibit seminggu sebelumnya harus dipupuk lebih dulu. Anda bisa menggunakan pupuk kandang, urea, TSP dan KCI sesuai dengan keperluan.

Jaraknya penananampun pun tak boleh sembarangan. Jarak tanam antara yang satu dengan yang lain yaitu sekitar antara 20 sampai 30 cm, dengan intensitas penanaman bibit maksimal 10 cm. Yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman Sawi (Caisim) adalah musim. Musim sangat penting untuk menetapkan waktu penyiraman.

Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali sehari yakni saat pagi dan sore. Sedangkan pada musim penghujan, cukup satu kali saja yaitu pada saat sore hari. Namun apabila air dirasa berlebihan, maka tak perlu penyiraman seluruhnya. Selain penyiraman, Budidaya Sawi juka perlu dilakukan perenggangan. Perenggangan adalah pencabutan tanaman Sawi (Caisim) yang tumbuhnya terlalu berdekatan.

Selain perenggangan, perlu juga dilakukan langkah penyulaman, yaitu penggantian tanaman Sawi (Caisim) yang mati/hilang baik disebabkan oleh hama, penyakit, maupun batal tumbuh. Selanjutnya dilakukan penyiangan. Penyiangan merupakan proses menjauhkan gangguan tanaman pengganggu, misalnya rumput atau tanaman mengganggu lai yang dapat menghalangi pertumbuhan Sawi (Caisim).

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Sayuran Sawi (Caisim) Organik

Budidaya Sawi (Caisim) organik merupakan salah satu budidaya sayuran yang sangat tepat untuk dikembangkan di Indonesia sebagai bisnis sayuran. Sawi (Caisim) merupakan salah satu tanaman sayur-sayuran yang mudah untuk dibudidayakan. Hal inilah yang membuat banyak kalangan yang menyukai dan menggunakan/memanfaatkan sayuran ini.

Sayuran Organik
Dilihat dari beberapa aspek seperti aspek klimatologis, aspek teknik, aspek ekonomis dan aspek sosial, Sawi (Caisim) mempunyai cukup banyak kelebihan dan manfaat untuk dijadikan usaha di Indonesia. Orang asing menyebut Sawi (Caisim) dengan mustard. Dalam perdagangan internasional, perdagangan Sawi (Caisim) disebut dengan Indian mustard (Sawi india), Chinese mustard (Sawi Cina),  Green mustard (Sawi Hijau).

Tanaman Sawi yang termasuk kedalam kelas Dicotyledonae, ordo Rhoeadales, dan dari genus Brassica. Tanaman ini umumnya memiliki daun panjang, mempunyai daun yang halus, tidak memiliki bulu serta tidak berkrop. Ada bermacam-macam tanaman Sawi (Caisim), diantaranya Sawi (Caisim) putih, Sawi (Caisim) hijau, Sawi (Caisim) keriting, Sawi (Caisim) huma dan Sawi (Caisim) China. Sawi (Caisim) yang paling dikenal adalah Sawi (Caisim) China yang suka dipakai di dalam hidangan baso.

Sebenarnya Sawi (Caisim) bukanlah tanaman asli Indonesia. Sawi (Caisim) berasal dari daerah lain di Asia. Tapi karena di Indonesia memiliki iklim, cuaca, juga tanahnya sehingga cocok untuk tumbuh kembangnya Sawi (Caisim) di Indonesia. Sawi (Caisim) bisa tumbuh di tempat yang berudara dingin maupun panas sehingga bisa ditanam di dataran rendah Maupun tinggi. Namun, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, Sawi (Caisim) harus ditanam di dataran tinggi.

Wilayah penanaman Sawi (Caisim) yaitu mulai dari ketinggian 5 s/d 1.200 meter dpl. Akan tetapi idealnya, Sawi dibudidayakan di wilayah yang memiliki ketinggian 100 s/d 500 meter dpl. Tanaman Sawi (Caisim) merupakan tanaman yang tahan terhadap air hujan sehingga bisa ditanam sepanjang tahun. Hanya saja saat kemarau mesti disiram secara teratur. Sawi (Caisim) juga merupakan tanaman yang dalam pertumbuhannya memerlukan udara yang sejuk.

Sawi (Caisim) akan lebih cepat tumbuh bila ditanam di dalam kondisi yang lembap. Tanaman ini cocok jika ditanam di akhir musim penghujan karena Sawi (Caisim) adalah tanaman yang tak suka terhadap air yang menggenang. Sebab dalam waktu singkat Sawi (Caisim) akan membusuk. Sawi (Caisim) cocok ditanam di tanah yang tak padat, mengandung zat hara dan humus yang besar jumlahnya, subur dan mempunyai sirkulasi air yang baik. Derajat keasaman (pH) tanah yang optimal untuk pertumbuhan Sawi (Caisim) yaitu kira-kira pH 6 hingga pH 7.

Sawi (Caisim) dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan bayam, kangkung, wortel, maupun bawang daun. Di samping itu, Sawi (Caisim) dapat pula ditanam dengan cara monokultur. Sawi (Caisim) memiliki beberapa manfaat yaitu melancarkan pencernaan, menyembuhkan sakit kepala, membersihkan darah, memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan tenggorokan gatal pada orang yang batuk.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR SANGAT MUDAH, PRAKTIS, dan DAPAT DIAPLIKASIKAN UNTUK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT.

Organik, Dasar Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging (kalau bahan ini semua peternak pasti tahu dan sering dipergunakan juga untuk pakan).

2. Potong kecil-kecil semua bahan, agar proses pembusukan berlangsung sempurna, semakin kecil semakin bagus (bisa juga menggunakan mesin giling/rajang yg biasa dipakai peternak, masih ada hubungan kan dengan peternak?)

3. Siapkan cairan bioaktivator Propuri (produk lain no komentlah, soalnya produk tsb. penulis metodologi ini). Berikut penyiapan larutan bioaktivator Propuri :
  • siapkan sprayer 1 liter (kalau tidak punya ada kok saya jual, he)
  • isi sprayer dengan air, sebaiknya gunakan air sumur (pokoknya air sumurlah, jangan banyak tanya, hehe)
  • tuangkan propuri ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter dicampur 1-2 tutup botol propuri
  • kocok sampai rata, larutan siap untuk diminum (maaf untuk digunakan)

4. Setelah sampah terkumpul dan dirajang/dipotong, semprotkan secara merata ke seluruh sampah, masukkan sampah ke dalam komposter dan tutup rapat.

5. Pada awal pemakaian, komposter baru dapat menghasilkan lindi atau pupuk cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 2-3 hari (enak mana sama ternak ayam kampung? ini panen setiap 2-3 hari bro!, he)

Pengambilan lindi sebaiknya hanya sebatas keran saja. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah keran sebaiknya tidak perlu diambil. Pasalnya terkandung cukup banyak mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah di dalam komposter (nah ingat, jangan rakus-rakus, kayak koruptor, he)

Jika pengomposan awal sudah dilakukan, selanjutnya sampah baru sudah dapat dimasukkan setiap hari, jangan lupa menyemprotkan bioaktivatornya.

Mudah Bukan? Silahkan dicoba dan kita diskusikan bersama disini.

Cara Aplikasi :

Pupuk cair organik yang baru dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan kembali bioaktivator Propuri dengan takaran 1 tutup botol untuk 1-2 liter lindi, lalu diamkan 2-3 hari agar bakteri berkembang biak dengan cepat. Pupuk Organik cair ini dapat disimpan 1-2 bulan. Selama penyimpanan lindi, botol sebaiknya jangan ditutup, biarkan terjadi sirkulasi udara. Jika langsung ditutup lindi dapat menghasilkan gas.

Cara Aplikasi ke Tanaman :
  • Campurkan pupuk organik cair dengan perbandingan 1:5 (POC:Air).
  • Siramkan lindi ke tanaman, baik sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias, penyiraman seminggu sekali.
  • Campuran 10 liter POC (lindi) dengan 50 liter air cukup untuk satu kali pemakaian di kebun sayuran berukuran 10 x 10 meter.


Dikutip dari Komunitas Lele Sangkuriang

Artikel ini ditulis ulang oleh :
Maju Bersama Poultry Shop https://www.facebook.com/photo.php?fbid=633947086662766&set=a.219275454796600.52885.206350232755789&type=1&relevant_count=1

Dari buku Membuat Pupuk Organik Cair, oleh : Sukamto Hadisuwito

Foto sumber : http://warasfarm.wordpress.com/2013/03/19/cara-membuat-pupuk-organik-cair-mol-dan-kompos/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau