• home

SOP Budidaya Jagung Organik (SPO)

Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang sangat penting keberadaanya, terutama di daerah yang menjadikan jagung sebagai bahan pangan Utama. Nah berikut ada tata cara (SOP) budidaya Jagung secara Organik Versi SPO.

Artikel, Dasar Organik, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Organik, ROMA, ROTAN, Sayuran Organik, Tips dan Trik, Jagung Organik
Perlakuan Lahan :
  1. Dua minggu sebelum lahan ditanami tebarkan dolomit 1 ton / Ha secara merata
  2. Masukan pupuk kandang (ayam/sapi/kambing) sebanyak 2-4 ton / Ha kemudian kocor diatasnya dengan ROTAN 3 + TRICHODERMA (dosis 1 liter Rotan 3 + 1 Liter Tricho + gula 1 kg + air 200 liter)
  3. Bajak lahan sedalam 20-30 cm dan biarkan selama 5 hari
  4. Kocor dengan ROMA+Bawang putih+Tembakau+Cabe rawit+Kluwih dengan dosis 1 liter + 50 liter air, biarkan selama 5 hari
  5. Buat parit setiap jarak 3m dengan kedalaman 20 cm untuk drainase

Perlakuan benih :
  1. Benih biji rendam dengan air panas (70 derajat) selama 5-10 menit kemudian tiriskan
  2. Rendam benih ke dalam larutan ROTAN 3 + TRICHODERMA + PGPR (dosis 10 ml Rotan+10 ml Trichoderma+PGPR 10 ml+gula 3 sendok+air 1 liter) selama 12 jam

Penanaman benih :
  1. Tugal / bual lobang sedalam 3-5 cm dengan jarak antar baris 70-75 cm dan jarak dalam baris 20-25 cm
  2. Masukan benih satu lobang 1 biji
  3. Tutup lobang dengan pupuk kandang yang sudah di fermentasi sebelumnya
  4. ( pupuk kandang 100 kg + dedak 5 kg + ROTAN ½ liter + TRICHODERMA ½ liter + gula ½ kg cair+air 10 liter kemudan di tutup rapat selama 14 hari)
  5. Kocor lobang dengan campuran Rotan 10 ml + Trichoderma 10 ml + PGPR 100 ml + Gula 1 ons + air 14 liter / 1 tangki

Pemupukan :
  1. 3 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  2. 7 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif + Tricho (dosis 200 ml+air 14 liter)
  3. 15 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  4. 21 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif + Tricho (dosis 200 ml+air 14 liter)
  5. 27 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  6. 35 hari setelah tanam kocor dengan POC Vegetatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  7. 40 hari setelah tanam kocor dengan ROMA +++ (dosis 200 ml+air 14 liter)
  8. 45 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  9. 60 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)
  10. 75 hari setelah tanam kocor dengan POC Generatif (dosis 200 ml+air 14 liter)

Catatan :
  • Dengan perlakuan di atas insyaallah penyakit bulai tidak terjadi
  • Perlakuan ROMA+++ disesuaikan keadaan, jika ada indikasi hama/penyakit lakukan penyemprotan dengan dosis 200 ml + 14 liter air

Moga berhasil !!

Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/593478820770894/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara mengambil Auxin dari Kacang Tanah

Auxin adalah senyawa yang dicirikan oleh kemampuannya dalam mendukung terjadinya perpanjangan sel (cell elongation) pada pucuk, dengan struktur kimia dicirikan oleh adanya Indole Ring.

Salah satu tanaman yang mengandung Auxin adalah kacang tanah. nah berikut adalah cara  mengambil Auxin dari Kacang Tanah.

Artikel, Cara Pembuatan, Dasar Organik, Kompos, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Kacang Tanah, Auxin
By. Ayah Manjel Dech
  1. Ambil kacang tanah 1 ons, rendam dengan rotan selama 1-2 jam
  2. Tiriskan, kemudian simpan/tebar pada alas karung/handuk basah, selanjutnya tutup dengan plastik atau apa saja yg berwarna gelap dan jangan sekali kali terkena sinar matahari 
  3. Usahakan utuk tetap lembab selama sehari semalam, jika sudah keluar tunas akar/kecambah sepanjang 2-3 cm maka itu dah selesai
  4. Blender semuanya kemudian tambahkan air sebanyak 1 liter, biarkan selama 5-7 hari dalam keadaan tertutup

Dosis :
10 ml untuk air 1 liter, kocor pada tanaman (sayuran/horti) 100 ml per pohon
sebaiknya diaplikasikan pada pagi hari atau sore hari
Moga manfaat
Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/591116111007165/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara membuat Pupuk P (Posphat) dari Daun Kering

Pupuk NPK biaanya di dapatkan dari pupuk pabrikan yang biasa dijual di toko-toko pertanian. nah taukan anda bahwa pupuk phospat bisa dibuat sendiri dengan bahan yang tentunya mudah didapat dan sangat murah? nah berikut adalah cara yang bisa dicoba:

Artikel, Cara Pembuatan, Dasar Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Daun kEring, Pupuk Phospat
By. Ayah Manjel Dech
  1. Ambil sekarung daun-daun yg benar benar sudah kering karena jatuh dari pohon (wajib yg jatuh sendiri dari pohon), yang terbaik dari pohon2 jenis buah buahan dan berdaun agal lebar
  2. Remas remas sampai daun hancur kecil-kecil
  3. Masukan dalam drum/wadah apa saja kemudian beri air setinggi daun yang ada.
  4. Remas remas daun yg sudah ditambah air tersebut minimal 15 -30 menit
  5. Tutup drum/wadah .. biarkan selama 15 hari, usahakan setiap hari wadah di goyang goyangkan

Dosis :
1 liter + air 15 liter untuk kocor ke tanaman 2 minggu sekali
1 liter + urine 1 liter + sabut kelapa 1 liter jadi pupuk majemuk NPK yg cukup baik, dosis 1 gelas untuk 10 liter air
Moga manfaat

Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/591125344339575/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tata Cara Budidaya (SOP) Melon Organik

Melon merupakan salah satu bahan konsumsi buah-buahan yang digemari masyarakat luas. Buah melon umumnya dikonsumsi sebagai buah segar untuk  mencuci mulut atau pelepas dahaga. Selain itu buah melon dijadikan pencampur minuman atau dibuat “juice”, bahkan dewasa ini buah melon mulai dijadikan bahan baku industri minuman.

Buah Organik, Cara Pembuatan, Hama dan Penyakit, Organik, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Cair, ROTAN, Tips dan Trik, Pupuk Organik, Melon Organik
Tanaman Melon
Melon merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang semakin banyak diminati petani. Berbagai varietas telah dikembangkan, jenis melon berkembang baik bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, maupun aroma dan citarasanya.

Berikut SOP Budidaya Melon Organik By. Ayah Manjel Dech (Solusi Petani Organik/SPO) 

PEMBENIHAN
  1. Benih direndam kedalam larutan ROTAN3 + PGPR selama 15 menit. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.
  2. Kemudian benih disemaikan pada polybag, yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 3:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Atau disemaikan pada tempat penyemaian khusus
  3. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah. Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan media semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka
  4. Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. Apabila daun sejati keluar, penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus, kering dan layu
  5. Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk ROTAN3 + PGPR cukup dilakukan satu kali, yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 3-5 cc/liter. Pupuk akar tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi
  6. Pada masa pembibitan penyemprotan pesnab dilakukan apabila dianggap perlu. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (pl plasmolisis). Penyomprotan ROMA ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan.
  7. Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari.


PENGOLAHAN MEDIA TANAM

a.    Pembajakkan
Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi, struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm

b.    Pembentukkan bedengan
Buat bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m; tinggi bedengan 30–50 cm; lebar bedengan 100–110 cm; dan lebar parit 55–65 cm

c.    Pengapuran
Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini
  • < 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
  • 4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
  • 4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
  • 5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
  • 5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
  • 6,1 – 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha

d.    Setelah proses pembuatan bedengan (panjang 15m) selesai taburkan pupuk kandang sebanyak 1 karung untuk setiap bedengan selanjutnya semprotkan/kocorkan ROMA, 1-3 hari kemudian kocorkan ROTAN3 + TRICHODERMA secara merata keseluruh permukaan lahan. Kemudian campur/aduk tanah, setelah selesai tutup dengan mulsa dan biarkan selama 2 minggu jangan dulu dilubangi.Hal ini dilakukan supaya lahan sudah benar2 steril dan sehat untuk media tanam melon, juga kandungan unsur2 hara makro dan mikro siap diserap oleh tanaman.

TEKNIK PENANAMAN

a.    Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm, dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat atau dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. Dengan jarak antar lubang 40-50 cm

b.    Cara Penanaman
Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas

PEREMPELAN

Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama

PEMUPUKKAN

  1. Hari ke 1 : semprot/kocor dengan ROTAN3 + PGPR + TRICHODERMA
  2. Hari ke 7 : semprot/kocor dengan ROMA++
  3. Hari ke 14 : semprot/kocor dengan POC Vegetatif
  4. Hari ke 21 : semprot/kocor dengan ROMA++
  5. Hari ke 28 : semprot/kocor dengan POC Vegetatif
  6. Hari ke 35 : semprot/kocor dengan ROMA++
  7. Hari ke 40 : semprot/kocor dengan POC Generatif
  8. Hari ke 47 : semprot/kocor dengan ROMA++
  9. Hari ke 54 : semprot/kocor dengan POC Generatif
  10. Hari ke 60 : semprot/kocor dengan POC Generatif

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

a.    Pengairan
Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.

b.    Penyiraman
Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya

PEMANGKASAN

Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25





Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/585965691522207/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Ciri Tanaman Jagung yang Kekurangan Nutrisi

Jagung merupakan tanaman jangka pendek yang banyak sekali dibudidayakan di Indonesia. Kandungan Nutrisi pada jagung, membuat tanaman ini layak menjadi salah satu bahan pangan pengganti beras. Namun bagai mana jadinya jika jagung kekurangan nutrisi? nah berikut tanda-tanda tanaman jagung anda sedang bermasalah.
Artikel, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Hama dan Penyakit

Ciri Kekurangan Unsur N (Nitrogen) pada Jagung

Pada tanaman masih muda seluruh permukaan daun jagung akan berwarna hijau kekuningan. Daun akan berwarna kuning pada ujungnya dan melebar menuju tulang daun. Warna kuning pada daun membentuk huruf V. Gejala akan nampak pada daun bagian bawah, karena N sifatnya mobil/bergerak bebas dalam tanaman, gejala kekurangan N ini akan berangsur-angsur merambah ke daun-daun yang ada di atasnya. Tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, proses pembungaan terlambat, dan pertumbuhan akar terbatas sehingga menyebabkan produksi rendah.

Ciri Kekurangn Unsur P (Phosfor) pada Jagung

Kekurangan fosfor pada jagung umunya sudah tampak pada tanaman yang masih muda. Gejala awal akan dimulai dengan daun yang berwarna ungu-kemerahan. Hasil tongkol akan menunjukkan tongkolnya kecil dengan ujung janggel melengkung. Suhu tinggi dan udara kering dapat menyebabkan tanaman jagung kekurangan P, meskipun P dalam tanah sudah cukup. Kekurangan P menyebabkan proses pemasakan biji menjadi lambat dan produksi menjadi rendah.

Ciri Kekurangan unsur K (Kalium) pada Jagung

Daun akan menguning atau kecoklatan dari ujung daun dan memanjang kepangkal sepanjang pinggir daun dan membentuk huruf V terbalik. Gejala umum tanaman jagung kekurangan K adalah warna coklat tua pada buku batang bagian dalam. Hal ini dapat diketahui dengan mengiris batang secara memanjang. Ukuran tongkol tidak terlalu dipengaruhi seperti halnya pada kekurangan N dan P, namun biji-biji pada jagung tidak berkembang dan tongkol jagung memiliki banyak klobot dengan biji sedikit.

Ciri kekurangan unsur Mg (Magnesium) pada Jagung

Timbulnya warna keputihan sepanjang kanan kiri tulang daun pada daun tua dengan warna merah keunguan sepanjang pinggir daun. Gejala ini dapat merupakan indikasi bahwa tanah tersebut masam, terutama timbul pada tanaman muda dengan pengolahan tanah yang kurang intensif. Pemberian dolomit dapat mengatasi masalah kekurangan Mg.

Ciri Kekurangan unsur S (Belerang) pada Jagung

Pangkal daun kelihatan kuning terutama dekat pucuk, Kekurangan belerang atau S tampak pada daun muda yang bewarna hijau muda dengan pertumbuhan yang terhambat. Sering dijumpai pada tanah berpasir atau tanah dengan bahan organik rendah.

Sumber: Solusi Petani Organik

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Menanam Pisang Versi Solusi Petani Organik

Bagi negara tropis seperti di kita ini, sebenarnya menanam pisang bukan hal yang sulit, bonggol pisang tertinggal saja bisa tumbuh dan menjadi tanaman pisang baru. Namun untuk skala bisnis, penanaman pisang tidak bisa begitu saja, ada cara-cara yang bisa dilakukan agar hasilnya dapat maksimal. berikut cara menanam pisang versi SPO (Solusi Petani Organik)

Artikel, Bokashi, Buah Organik, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, ROTAN, Tips dan Trik,
Persiapan benih:
  1. Ambil anakan/benih dari pohon yang benar-benar sehat
  2. Pangkas daunnya sisakan pucuk daun teratas saja
  3. rendam akar anakan/benih dalam ROTAN+ZPT selama 10-15 menit

Persiapan lahan :
  1. Buat bedengan dengan ketinggian bedengan antara 20-30 cm
  2. Buat lubang ukuran 50x50x50 cm
  3. Usahakan jarak antara lubang 3 x 3 m
  4. Taburkan kapur/dolomit/kaptan 2-3 kg per lubang
  5. Biarkan lubang selama seminggu agar terkena sinar matahari
  6. Seminggu kemudian masukan bokashi tau pupuk organik/kompos yang sudah benar-benar matang sebanyak 15-20 kg dan trichoderma sebanyak 50 - 100 gram
  7. Campurkan dengan tanah dengan perbandingan 1 : 1
  8. Biarkan selama seminggu

Penanaman dan pemupukan :
  1. Tanam anakan yang sudah disiapkan sebelumnya pada sore hari
  2. Siram dengan ROTAN + ZPT (Auxin + Sitokinin) pada hari ke 7
  3. Pemupukan selanjutnya setiap dua minggu sekali dengan ROTAN + MOL sabut Kelapa + Cairan Kohe urine (yang sudah difermentasi sebelumnya) + ZPT (auxin + sitokinin) Selama 2 bulan pertama, bulan ke tiga dan seterusnya boleh sebulan sekali.
  4. Sebulan sebelum masa keluar tandan atau bunga, beri pemupukan ROTAN + MOL buah + ZPT (Sitokinin+Giberalin) + MOL sabut kelapa seminggu sekali.
  5. Setelah tandan pisang berbuah hentikan pemberian ZPT

Catatan: Penanaman sebaiknya dimulai di awal musim hujan (September/Oktober) Untuk regenerasi sebaiknya anakan dalam setiap rumpun cukup 2-3 dengan usia yg berbeda.Dengan pola yg sudah dicoba spt di atas hasil 50-60% lebih banyak dari cara konvensional dan tanaman pisang benar2 bebas dari penyakit.

Semoga sukses .. !!


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Merubah Pola Tanam Padi (Oryza sativa) Menjadi Organik

Padi atau (Oryza Sativa) merupakan tanaman berupa rumput berumpun.  Padi merupakan tanaman yang sangat penting. Hal ini dikarenakan makanan pokok di masyarakat di Indonesia adalah nasi yang berasal dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi (Oryza Sativa). Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. 
Artikel, Dasar Organik, Kompos, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Pestisida Organik, Tips dan Trik, ROMA, ROTAN,
Padi (Oryza sativa)

CARA TANAM PADI POLA ORGANIC

(CATATAN: setelah 4 kali aplikasi panen mencapai 14.7 ton / ha)

Pengolahan Benih :

  1. Benih yg dipakai pada uji coba Ciherang, Mapan P05, Widas
  2. Rendam benih dengan air hangat selama 15 menit
  3. Rendam benih dengan ROMA selama 15 menit
  4. Rendam dengan ROTAN selama 24 jam
  5. Peram selama 2 jam
  6. Penyemaian sebaiknya di dalam nampan/baki/wadah kecil dg media tanah dan bokashi 1:1
  7. Usia penyemaian maksimum 14 hari

Pengolahan Lahan dan Management Lahan:

  1. Potong sisa-sisa tanaman padi yang masih tersisa sampai rata dengan tanah
  2. Taburkan Kapur / Dolomit ( 500 kg untuk 1 Ha )
  3. Hamparkan Jerami hasil panen secara merata di seluruh lahan, potong jerami menjadi 3-4 bagian (keb jerami 5 ton untuk 1 ha)
  4. Semprot dengan ROMA (Ramuan Organik Hama) (10 tutup untuk 14 liter air ) diamkan selama 3 hari.
  5. Rendam selama 3 – 4 hari
  6. Kemudian cangkul / bajak untuk membalikan tanah,
  7. Rendam dengan air selama 3 4 hari setinggi 10 cm.
  8. Taburkan Pupuk Organik / bokashi secara merata ( 2 ton untuk 1 ha)
  9. Rendam dengan air selama 3 4 hari
  10. Keringkan lahan kemudian wuluku / angler
  11. Buat dengan pola jajar legowo 35 – 35 – 35 – 35 – 40
  12. Tanam benih padi hasil penyemaian 1-2 batang, paling dalam 2 cm.
  13. Keringkan selama 2 hari
  14. Hari ke 3 beri air dengan tinggi 2 – 3 cm
  15. Lalandak pada hari ke 12
  16. Taburkan Pupuk Organik / bokashi ( 1 ton untuk 1 ha)
  17. Semprotkan ROTAN (Ramuan organik tanaman) dengan dosis 10 tutup untuk 15 liter air secara merata
  18. Keringkan selama 4 hari
  19. Beri air selama 10 hari
  20. Hari ke 35 Keringkan, lalandak yg kedua dengan arah berlawanan dengan yang pertama
  21. Selanjutnya taburkan pupuk organik yang sudah matang secara merata, biarkan selama 10 hari. (500 kg untuk 1 ha )
  22. Aliri air naik turun sesuaikan dengan kondisi tanaman padi
  23. Pada usia 55 hari (pramudia/keluar bunga) keringkan selama 5 hari, semprot dengan ROTAN
  24. Beri air sampai buah warna hijau tapi sudah berisi
  25. Hari ke 63 keringkan selama 3 hari semprot lagi dengan ROTAN
  26. Atur air sampai panen ..


Catatan :
Pemberian ROMA (Ramuan Organik Hama) disesuaikan dengan keadaan,

Sumber: Solusi Pertanian Organik

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Budidaya Tomat dengan cara Organik

Tomat merupakan komoditas hortikultura yang sangat penting, namun produksinya, baik dalm hal kuantitas maupun kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain oleh tanah yang keras, miskin unsur hara mikro, kurangnya hormon, pemupukan tidak berimbang, pengaruh cuaca dan iklim, serangan hama dan penyakit, serta teknis budidaya petani.

Persiapan Lahan :
  1. Buat bedengan pada lahan dengan lebar 1-1,2 meter. Panjannya sesuaikan dengan panjang lahan yang ada, tinggi bedengan 20-30 cm.
  2. Kemudian masukan kohe/kompos 1-2 ton per hektare kemudian campurkan atau aduk hingga rata.
  3. Jangan lupa buat parit antar bedengan sedalam 20-30 cm untuk drainase
  4. Siapkan ROMA + Bawang Putih + Cabe Rawit + Tembakau (1:1/2:1:1/2) dengan dosis dosis 2 gelas + 10 liter air, kocorkan ke bedengan
  5. 3-5 hari kemudian kocorkan trichoderma dengan dosis 1 liter+100 liter air. Semakin basah semakin bagus
  6. Kocorkan Rotan 3 dengan dosis 1 liter+100 liter air (bisa dibarengkan dengan trichoderma aplikasinya)
  7. Tutup bedengan dengan mulsa jika menggunakan mulsa 2 warna maka yg putih diatas.
  8. Tutup sampai rapat ke batas tanah. Biarkan selama 2 minggu
  9. Setelah 2 minggu baru buat lubang pada bedengan dengan jarak 50x60 cm.
Tomat, Artikel, Buah Organik, Pupuk Cair, ROMA, ROTAN, Sayuran Organik, Tips dan Trik

Persiapan benih:
  1. Pilih benih yg baik dengan cara, rendam dengan air garam yg bj airnya 1 (teknik telur mengambang), ambil hanya benih yg tenggelam saja
  2. Cuci bersih sampai air garam hilang, kemudian rendam dengan air hangat (70 derajat) dengan tinggi 0.5-1 cm dari batas atas permukaan benih, biarkan sampai air dingin dengan sendirinya.
  3. Rendam dengan Rotan3 + PGPR (dosis 10 ml rotan + 10 ml pgpr + air 20 ml) selama 24 jam
  4. Semaikan benih pada media tanam tanah+kompos (bokashi) 1:1 yang sudah difermentasi sebelumnya minimal 7 hari
  5. Siram dengan rotan3 + PGPR + Trichoderma setiap hari sampai tumbuh 5-6 daun (dosis 10 ml:10 ml:10 ml dan air 3 liter)
  6. Pemindahan ke lahan :
  7. Kocor lobang pada bedengan dengan rotan3+trichoderma+pgpr+air dosis 1:1:1:10 sampai basah dan menjadi lembab sehari sebelumnya
  8. pindahkan benih yg sudah berdaun 5-6 ke lobang pada pagi atau sore hari. (yg terbaik pada sore hari.) sebaiknya di siram setelah penanaman agar tidak terlalu stress

Pemupukan:
Masa Vegetatif
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + pgpr (100 ml : 10 liter : 2 liter : 1 liter : 1 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada usia 7 Hst (2 minggu sekali.
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah (1 iter:1 ons:2 ons), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot mulai 14 hst ( 2 minggu sekali)
  3. Lakukan perempelan tunas air umur 30-35 hst, Jika ingin lebih lebat dan rimbun sebaiknya lakukan prunning pda tunas juga. (lakukan pada pagi hari)

Masa generative
  1. Siapkan Rotan3 + POC urine/daun + mol batang pisang + Mol sabut kelapa + mol buah (100 ml : 5 liter : 10 liter : 15 liter : 5 liter) dosis 200 ml + 14 liter air. Kocor pertama pada saat mulai muncul bunga pertama (2 minggu sekali)
  2. Siapkan Roma + bawang putih + Cabe rawit merah + tembakau (1 iter:1 ons:2 ons : 1 genggam), dosis 1 gelas + 10 liter air, semprot berselingan dengan pupuk selang seminggu

Catatan :
dengan perlakuan rutin pupuk dan roma insyaallah tanaman sehat dan terhindar dari hama/penyakit.
mau ada hama atau tidak roma trs diaplikasikan berselangan dengan pemupukan

Sumber:

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tips - Mengatasi busuk daun pada Sawi (Caisim)

Apakah anda pernah mengalami penyakit busuk daun saat bercocok tanam Sawi? yang memang pada musim hujan, banyak daun sawi/caisim yang busuk, nah jika daun yang busuk kemudian menempel ke daun lainnya maka akan menular dengan cepat. 

ROMA, Artikel, Pertanian, Pupuk, Sayuran, Organik, Tips dan Trik, Caisim, Sawu
Masalah seperti ini sangat penting untuk segera diatasi. Hal ini tentu saja dikarenakannilai utama dari tanaman sawi/caisim ini adalah daunnya. nah jika daunnya mengalami masalah maka nilai ekonominya juga akan menurun drastis.

Nah dari group Solusi Pertanian Organik, saya mendapatkan solusi menarik yang bisa di aplikasikan/terapkan jika masalah ini terjadi. yaitu dengan mengaplikasikan ROMA. Yup, bahasan tentang roma ini pernah kita bahas sebelumnya. silahkan klik disini jika belum membacanya "".
Menurut Manjel Dech (Pembuat ROMA), aplikasi/penggunaan ROMA ditambah bawang putih kemudian cabe rawit dan jahe serta ditambah telur Insya Allah bisa mengatasi masalah ini. Namun dengan catatan aplikasikan ramuan ini seminggu sekali kalau musim hujan.

Nah semoga Tips ini dapat bermanfaat

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Ramuan Organik Hama (ROMA) Versi 1

Membasmi hama memang bukan perkara mudah, terlebih bagi petani organik. Hal ini dikarenakan petani organik pantang menggukana npestisida non-organisk dalam pelaksanaannya. Nah terus bagaimana membasmi hama secara Organik? tenang tentu ada Solusinya. Dalam sebuah group pertanian Organik, ada yang mantap untuk membasmi hama. Namanya ROMA (hehe keren ya kayak artis dangdut).

ROMA,Cara, Pembuatan, Pestisida, Organik, Tips dan Trik, Pinang,Sirsak,Serai,ROMA
Roma adalah singkatan dari Ramuan Organik Hama. Ramuan ini berfungsi untuk membasmi hama yang biasa mengganggu tanaman kita. Nah berikut cara membuat ROMA. Ramuan ini sangat efektif untuk hama ulat, trip, kutu daun, belalang, wereng, dan walang sangit.

Bahan :
  1. Buah pinang yang masih muda : 1 kg
  2. Daun sirsak : 1 kg
  3. Daun serai : 1 kg
  4. Air matang : 10 liter

Cara buat :
  • Buah pinang tumbuk sampai halus (semuanya baik kulit/bjinya)
  • Daun sirsak tumbuk / blender
  • Campur semua bahan dengan ar matang

Cara Penggunaan:
Campurkan 10 ml dengan 1 liter air, dan ramuan ini siap disemprotkan ke tanamah yang terkena hama

catatan :
  • Ramuan ROMA ini akan sangat efektif jika langsung diapliksikan/terapkan. Namun, jika ingin bertahan lama tambahkan ROTAN 1 liter pada ramuan dan bisa disimpan sampai 6 bulan.
  • Pengalaman yang aneh tapi luar biasa, jika ingin hama tersebut tidak kembali lagi alias kapok, ambil hama tersebut secukupnya. hancurkan terus tambahkan ke Ramuan ROMA 1.

Sumber:
Solusi Pertanian Organik (https://www.facebook.com/groups/403183829800395/)

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Bioaktivator dari Cairan Rumen Sapi

Mari kita mulai mandiri menyediakan berbagai kebutuhan yang kita butuhkan dalam bertani. semoga dengan membuat dan menyediakan sendiri kebutuhan, bisa menekan cost produksi. Nah salah satunya adalah pembuatan Bioaktivator. Bioaktivator ini berfungsi sebagai starter/bioaktivator proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Cara, Pembuatan, Dasar, Kompos, Organik, Panduan, Budidaya, Pertanian, Pestisida, Pupuk, Cair, ROTAN, Tips dan Trik,
Rumen sapi (wikimedia.org)
Langsung saja:

Bahan Utama :
  • Cairan rumen (isi usus halus sapi/cairan hasil perasan isi usus besar sapi) = 2 liter
  • Air gula /tebu/tetes tebu/molasis = 2 liter
  • Air rebusan dedak/katul = 4 liter

Bahan Tambahan :
  • Ragi tape = 2-3 buah
  • Trasi = seperempat-1 ons
  • Buah nanas = 1 buah
  • Urine Hewan (boleh sapi/kelinci/domba/kambing) yang sudah diendapkan selama satu minggu sebanyak 4 liter

Cara Buat :
  1. Campurkan 1 Kg katul/dedak dengan 5 liter air, lalu didihkan, kemudian saring dan ambil airnya sebanyak 4 liter.
  2. Campurkan rumen sebanyak 2 liter dengan air gula/tetes tebu/molases sebanyak 2 liter
  3. Campurkan air rebusan katul/dedak sebanyak 4 liter kedalam larutan campuran nomer 2.
  4. Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan/diparut/diblender.
  5. Campurkan seperempat-1 ons trasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya.
  6. Tambahkan 2-3 buah ragi tape kedalam larutan tersebut.
  7. Tambahkan Urine sapi/kelinci/domba/kambing tadi
  8. Masukan larutan bio aktivator tersebut pada wadah (botol/jerigen/ember) yang terbuat dari bahan plastik lalu tutup rapat, kemudian larutan simpan selama 2 minggu.
  9. Jika larutan sudah jadi, campurkan larutan dengan ROTAN 1 liter

Ciri – ciri bioaktivator yang sudah jadi:
  • Bio aktifator yang sudah jadi akan berbau khas tape/fermentasi/harum.
  • Berwarna kuning kecoklatan.
  • Tidak keruh dan tidak ada jamur berwarna coklat/abu–abu/hitam.

Ciri – ciri bioaktivator yang gagal :
  • Banyak mikroorganisme dalam larutan ini yang mati.
  • Jika dilihat, larutan akan berwarna coklat kehitaman, berbau busuk dan terdapat banyak jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Catatan:
Komposisi/kandungan microba dari campuran bioaktivator dengan ROTAN Insya Allah menjadi Probiotik yg bisa dikatakan “SEMPURNA” untuk digunakan proses pembuatan POC maupun POP, atau bisa digunakan dalam proses Decomposer/Pengkomposan.

Microba yg terkandung :
  • Microba selulolitik (Bacteriodes succinogenes dan Cillobacterium cellulosolvens serta Bacteriodes ruminicola)
  • Microba Amilolitik (Streptococcus bovis, Bacteriodes amylophilus),
  • Microba Bakteri Hemiselulolitik (Butyrivibrio fibriosolven, microba Ureolitik (Streptococcus sp),
  • Microba penambah N (Azotobakter, Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman,
  • Microba pelarut P (Bacillus subtilis, Aspergillus niger, Bacillus polymixa [bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat]),
  • Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Actinomycetes sp, (Azospirillum lipoverum) penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,
  • Bacillus mojavensis, bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara,
  • Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic,
  • Nitrosococcus sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Nitrosomonas sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),
  • Streptomyces sp, bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara.

Sumber:
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik
Bapak Manjel Dech (https://www.facebook.com/manjel.dech)
Teteh Eka Noerputri (Putri Ayah Manjel)

Dengan beberapa penambahan tanpa mengurangi isi artikel.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Membuat Ramuan Organik Tanaman (ROTAN)

Terlalu banyak menggunakan pupuk atau pestisida sintesis membuat kesuburan tanah kian rawan, bagaimanapun harus ada solusi. nah berikut salah satu solusi yang bisa anda coba. Namanya Ramuan Organik Tanaman (ROTAN). Fungsi Ramuan Organik Tanaman (ROTAN) adalah sebagai Pupuk Organik Cair yang bisa di aplikasikan ke berbagai jenis perawatan tanaman, dari mulai campuran pupuk, pembasmi hama, dan lain sebagainya. Nah bagaimana cara membuatnya? berikut artikel yang saya dapatkan dari Group Solusi Petani Organik.

Bokashi, Pupuk Organik, Tips dan Trik, Cara Pembuatan, ROTAN, Nanas
Nanas, komponen pembuatan
CARA BUAT POC ROTAN by Manjel Dech

Bahan :
1. Buah Pisang : 5 buah
2. Buah Pepaya : 1 buah
3. Buah Nanas : 1 buah
4. Buah Mangga : 2 buah
5. Buah Melon/semangka : 1 buah
6. Kangkung air : 3 ikat
7. Kacang panjang : 3 ikat
8. Jagung muda : 2 buah
9. Ragi : 3 butir
10. Air kelapa : 5 liter
11. Air leri : 3 liter
12. Gula Kelapa : 1 kg
13. Usus ikan : 2 ons

Cara buat :
No 1 sampai 8 di blender sampai spt jus
didihkan Gula kelapa dengan air 1 liter, lalu biarkan sampai dingin
Campurkan semua bahan, kemudian aduk rata
Simpan larutan dalam wadah yang terbuat dari tembikar/plastic (jangan menggunakan wadah yang terbuat dari logam)
Fermentasi larutan selama 10-14 hari, setiap 2 hari sekali aduk larutan selama 5 menit, kemudian tutup kembali larutan
Ciri-ciri bahwa pembuatan rotan berhasil adalah jika campuran ini berbau asam dan harum tape
Fermentasi selesai jika sudah tidak lagi ada gas yang terkandung
Saring, ampasnya jangan sampai dibuang, karena masih mengandung mikroba baik.
Selesai

POC Rotan ini mengandung microba Azotobacter sp., Pseudomonas sp., Azospirillium sp., Rhizobium sp., Lactobacillius sp. dan Streptomyces sp.

Jika anda tidak ingin selalu membuat POC ini dari awal, silahkan perbanyak larutan dengan cara berikut:
1. Air jernih (sumur/mata air) : 100 liter
2. Dedak : 10 kg
3. Gula kelapa : 5 kg
4. Air kelapa : 10 liter
5. POC ROTAN : 1 liter

Panaskan air, dedak dan gula, sesudah dingin campurkan dengan dengan air kelapa dan ROTAN masukan dalam drum plastic tutup rapat selama 7 hari.

Selesai .. dah jadi POC ROTAN 100 liter dengan kwalitas yang sama.

Bagaimana agar ROTAN benar-benar memiliki kualitas terbaik?
Tambahkan ZPT Auxin 1 Liter, Sitokinin 1 liter (untuk pupuk vegetatif) kedalam 100 liter tadi
Tambahkan ZPT Sitokini ½ liter, Giberelin 1.5 liter (untuk pupuk generatif) kedalam 100 liter tadi

Dosis :
Untuk tanaman padi : 250 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)
Untuk palawija : 100 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)

Sekarang bagaimana caranya untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikronya?
Buat pupuk organic padat / bokashi :
1. Kohe domba : 1 ton
2. Dolomit : 100 kg
3. Dedak : 50 kg
4. Sekam : 300 kg
5. Jerami : 1 ton
6. ROTAN : 4 liter
7. Air kelapa : secukupnya

Fermentasi semua selama 5-7 hari
Terdapat 16 unsur hara sudah tercukupi untuk 1 hektare


Sumber:
  • https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik
  • Bapak Manjel Dech (https://www.facebook.com/manjel.dech)

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal lebih jauh Teknologi dalam Pertanian Organik


Pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian yang sangat populer dilakukan untuk mengembalikan kesuburan dan produktifitas tanah yang saat ini sudah banyak yang rusak karena pestisida sintesis dengan secara yang alami.

Artikel, Dasar, Pertanian, Organik, Sayuran
Sumber: Google Images
Prinsip Pertanian organik adalah mengembalikan semua bahan organik ke dalam tanah dalam bentuk sisa atau olahan yang dihasilkan dari limbah tanaman atau ternak. Prinsip Dasar pertanian organik ini adalah menyediakan unsur hara yang baik secara alami kedalam tanah.

Kelebihan Sistem Pertanian Organik:
  1. Pertanian organik merupakan sistem yang aman bagi lingkungan. Penggunaan pupuk kimia/sistesis secara terus menerus akan merusak struktur tanah dan tentu saja menurunkan kesuburannya tanah. Pemakaian pestisida, pupuk kimia dan obat-obatan kimia juga bisa merusak keseimbangan ekosistem dari lingkungan sekitar. Secara tanpa kita sadari, penggunaan pupuk dan pestisida kimia dapat membunuh predator alami, yang akan menyebabkan meledaknya populasi hewan tertetu yang menjadi hama.
  2. Pertanian organik memperbaiki kualitas kesehatan hasil panen. Hasil produksi pertanian lebih aman dan tentu saja lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia/sistesis. Penggunaan pestisida dan pupuk yang bahan yang dihasilkan dari rekayasa kimia merupakan salah satu penyebab bermunculannya berbagai jenis penyakit kanker.
  3. Tanaman organik yang jelas biasanya mempunyai rasa yang lebih enak, manis, dan segar jika dibandingkan tanaman non-organik.
  4. Pertanian organik Tidak tergantung dengan pupuk dan pestisida kimia. dengan Pertanian organik, para petani tidak perlu cemas lagi terhadap kelangkaan pupuk dan pestisida, karena dalam pertanian organik pupuk dan pestisida dapat diproduksi secara mandiri.
  5. Pertanian organik memungkinkan untuk dilakukan Diversifikasi Pertanian, yaitu penangkaran/peng-anekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil produk pertanian. Dapat dilakukan dengan memperbanyak jenis kegiatan pertanian (misal sistim tumpang sari pertanian dan perikanan kerennya aquaponik) dan atau memperbanyak jenis tanaman pertanian dalam suatu lahan.
  6. Harga produk tanaman organik cenderung lebih mahal (jelas ini tergantung dimana dan bagaimana kita memasarkannya). Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi para petani. Meskipun tentu saja biaya pengolahan sistem organik relatif lebih tinggi, namun dengan penanganan produksi yang baik, biaya produksi bisa lebih rendah. Selain itu sebagai tujuan jangka panjang, pilihan masyarakat akan hasil pertanian organik juga cenderung meningkat.

Penerapan Pertanian Organik dalam Membangun Pertanian Berkelanjutan

Maksudnya adalah dengan pertanian organik, kita juga turut membangun sistim pertanian yang dapat berlanjut dalam segala aspek mata rantainya, aspek-aspek tersebut meliputi:
  1. Aspek Ekologis, Yaitu tetap memelihara keberlangsungan kualitas sumber daya alam baik dari manusia, tanaman, hewan, maupun semua unsur biologi dalam tanah.
  2. Aspek Ekonomis, Yaitu jaminan bahwa petani dapat memenuhi semua kebutuhan produksi dari hasil pertanian yang dijalani dan sebagai sumber pendapatan yang laik/layak bagi mereka.
  3. Aspek Adil dan Manusiawi, Menjamin kelangsungan mata rantai dalam seluruh kegiatan pertanian
  4. Aspek Kreatif dan Inovatif, bahwa petani dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi pertanian yang dinamis, misalnya meningkatnya permintaan pasar, terjadinya penyempitan lahan, perubahan/dinamika kebijakan, dan majunya teknologi pertanian.

Sumber: Berbagai Sumber
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Jenis Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan mikto organisme yang hidup alami. Dalam membuat pupuk kompos diperlukan bahan pembuat seperti material organik dan organisme yang bertindak sebagai pengurai. Adapun organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.

Cara Pembuatan, Dasar, Organik, Kompos, Pupuk, Cair, Tips dan Trik
Wikipedia.org
Salah satu contoh pengomposan secara alami adalah adanya humus. Namun prosesnya berjalan sangat lambat, bahkan bisa sampai berbulan-bulan lamanya atau bahkan hingga tahunan. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dilakukan dapat terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Pupuk kompos sangat mudah dibuat dan teknologinya yang digunakannya juga sangat sederhana. Siapapun bisa mengerjakannya, baik untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan. Bahkan pupuk kompos bisa dibuat di dapur untuk skala rumah tangga.

Jenis-jenis pupuk kompos

Perbedaan jenis-jenis pupuk kompos biasanya dilihat dari tiga aspek.
  1. dilihat dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.
  2. dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada juga yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.
  3. dilihat dari bentuknya ada yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini beberapa contoh dari jenis-jenis pupuk kompos yang umum dipakai.

1. Pupuk kompos Aerob

Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen dalam pembuatannya. Bahan utama pembuatan pupuk kompos aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau bisa campuran keduanya. Proses pembuatannya kompos jenis ini memerlukan waktu 40-50 hari, untuk lebih jelasnya silahkan baca cara membuat kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling terkenal adalah pupuk bokashi. Ciri khas pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yaitu  efektif mikroorganisme (EM4) . Inokulan ini terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. Untuk mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos merupakan salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang digunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya. Vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya bisa berlangsung aerob ataupun anaerob. Pupuk organik cair dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar (kecuali pada sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat.


Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.

Salam Hijau

Cara Menanam Daun Sirih (Piper Betle) sendiri Dirumah

Menanam daun Sirih (Piper Betle) paling bagus saat iklim memasuki awal hujan. Daun Sirih (Piper Betle) adalah tumbuhan yang merambat dengan media lain. Ketinggiannya daun 5 s/d 15cm. Batangnya berjenis kayu lunak, beruas dan bentuknya bulat. Dengan daun berwarna hijau dan Merah (Terhgantung jenisnya). Jenis Sirih (Piper Betle) bisa dibedakan dengan bentuk daunnya serta rasa dan aroma. Ada yang dari Sirih (Piper Betle) jawa, cengke, dan hitam. Sirih (Piper Betle) sangat bagus pertumbuhannya jika cuacanya basah seperti yang ada pada dataran tinggi. Namun harus tetap mendapat cahaya matahari penuh.

Artikel, Panduan Budidaya, Pertanian Organik, Tips dan Trik, Daun Sirih
Untuk menanam daun Sirih (Piper Betle), pertama kali yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan. Tanah harus dibersihkan dari gulma dan batu-batuan. Cangkul media hingga 20 cm. Kemudian buatlah bedengan. Setelah itu buat lubang untuk menanam sirih dengan ukuran P 80 x L 40 x 60 cm. Jaraknya cukup dua meter saja. Sebelum penanaman sirih, hendaknya diberikan pupuk kandang sekitar setengah kg kemudian diaduk hingga rata. Agar batang sirih dapat tumbuh dengan baik maka sebaiknya memakai penyangga dari bambu atau penyangga lain. Setelah lahan disiapkan maka langkah selanjutnya menyiapkan bibit yang akan digunakan. Penyediaan bibit ini bisa memakai stek sulur. Sulur yang dipakai sebaiknya yang dapat mengeluarkan akar. Potong dengan ukuran 30 cm dan tanam di polybag yang telah diisi campuran tanah serta pupuk kandang.

Untuk penanaman sirih, pilih bibit yang paling bagus. pindahkan pada lubang yang telah disiapkan. Siram tanaman daun sirih ini menggunakan air bersih. Penggunaan pupuk kandang sangat dianjurkan ketika menanam daun Sirih (Piper Betle), karena akan menghasilkan daun Sirih yang baik. Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma setiap dua bulan sekali. Pada daun Sirih (Piper Betle) jarang ditemukan penyakit yang ditimbulkan oleh hama. Panen dapat dilakukan setelah daun sirih mencapai usia setahun dan dengan cara memetik daunnya yang sudah tua dan dari samping. Manfaat yang diberikan oleh daun Sirih (Piper Betle) yaitu dapat meredakan batuk, sigunakan juga sebagai anti radang dan berguna merangsang saraf pusat. Selain itu, perasan pada daun Sirih (Piper Betle) bisa menghambat tumbuhnya bakteri dan dianjurkan untuk menggunakan daun Sirih (Piper Betle) sebagai obat infeksi.

Selamat bercocok tanam.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tips - Cara Budidaya Sawi (Caisim) Secara Organik

Tanaman Sawi (Caisim) termasuk dalam kelas Dicotyledonae, ordo Rhoeadales (Brassicales), termasuk kedalam genus Brassica, dan masuk kedalam spesies Brassica Juncea. Tanaman ini pada umumnya memiliki daun yang panjang, tidak memiliki bulu, halus dan tidak berkrop. Ada bermacam-macam tanaman Sawi (Caisim), diantaranya Sawi (Caisim) putih, Sawi (Caisim) keriting, Sawi (Caisim) hijau, Sawi (Caisim) huma dan Sawi (Caisim) China. Sawi (Caisim) yang paling dikenal adalah Sawi (Caisim) China yang suka dipakai di dalam hidangan baso.


Sawi (Caisim) dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan tanamah lain misal kangkung, bayam, wortel, atau bawang daun. Di samping itu, Sawi (Caisim) dapat pula ditanam dengan cara monokultur. Sawi (Caisim) memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan diantaranya melancarkan pencernaan, membersihkan darah, menyembuhkan sakit kepala, dapat memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan gatal tenggorokan pada orang yang sedang batuk.

Berikut beberapa teknik dalam budidaya Sawi (Caisim) secara organik:

1. Pembenihan dan pengolahan lahan
Untuk setiap hektar lahan dibutuhkan kira-kira 750 gram benih  Sawi (Caisim). Benih Sawi (Caisim) memiliki bentuk bulat dan ukurannya yang sangat kecil. Benih yang akan digunakan sebagai benih harus diperhatikan lama penyediaan, temperatur, jenisnya, tingkatan kandungan air dan tempat penyimpanannya.

Lahan yang akan digunakan sebagai lahan penanaman Sawi (Caisim), harus bersih dari batu-batuan, rumput, semak belukar, dan pohon yang dapat menghambat perkembangan Sawi (Caisim). Sebab tanaman Sawi (Caisim) sangat membutuhkan cahaya matahari langsung.

Tanah disiapkan dengan menambahkan pupuk organik, misalnya kompos atau pupuk kandang. Jika PH tanah kurang, sebaiknya dilakukan pengapuran lebih dulu untuk menetralkannya.

2. Pembenihan
Pembenihan dilaksanakan beriringan dengan penggarapan tanah untuk penanaman. Untuk pembibitan, biasanya disiapkan tempat tertentu dengan panjang maupun lebar kurang lebih 1 meter. Pembenihan sebaiknya dilaksanakan saat curah hujan lebih dari 200 milimeter setiap bulan atau ketika musim hujan.

Dalam tempat pembenihan, lebih dulu ditebar benih, tempatnya sebelumnya ditebari dengan pupuk kandang, urea, TSP dan KCI. Pemupukan dilakukan dua minggu sebelum penanaman benih. Saat benih tanaman Sawi (Caisim) ditebar, lalu benih ditutup oleh tanah setebal 2 centimeter, lalu siram dengan air secukupnya. Seteah tiga sampai lima hari, benih Sawi (Caisim) akan tumbuh. Dalam sebulan, bibit siap untuk pindahkan ke lahan sebenarnya pembesaran.

3. Penanaman dan perawatan
Penanaman tanaman Sawi (Caisim) dapat dilakukan di tempat yang terbuka maupun memakai lahan khusus dengan batas-batas tertentu di sisi kanan dan kirinya. Lahan tempat penanaman bibit seminggu sebelumnya harus dipupuk lebih dulu. Anda bisa menggunakan pupuk kandang, urea, TSP dan KCI sesuai dengan keperluan.

Jaraknya penananampun pun tak boleh sembarangan. Jarak tanam antara yang satu dengan yang lain yaitu sekitar antara 20 sampai 30 cm, dengan intensitas penanaman bibit maksimal 10 cm. Yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman Sawi (Caisim) adalah musim. Musim sangat penting untuk menetapkan waktu penyiraman.

Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali sehari yakni saat pagi dan sore. Sedangkan pada musim penghujan, cukup satu kali saja yaitu pada saat sore hari. Namun apabila air dirasa berlebihan, maka tak perlu penyiraman seluruhnya. Selain penyiraman, Budidaya Sawi juka perlu dilakukan perenggangan. Perenggangan adalah pencabutan tanaman Sawi (Caisim) yang tumbuhnya terlalu berdekatan.

Selain perenggangan, perlu juga dilakukan langkah penyulaman, yaitu penggantian tanaman Sawi (Caisim) yang mati/hilang baik disebabkan oleh hama, penyakit, maupun batal tumbuh. Selanjutnya dilakukan penyiangan. Penyiangan merupakan proses menjauhkan gangguan tanaman pengganggu, misalnya rumput atau tanaman mengganggu lai yang dapat menghalangi pertumbuhan Sawi (Caisim).

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Mengenal Sayuran Sawi (Caisim) Organik

Budidaya Sawi (Caisim) organik merupakan salah satu budidaya sayuran yang sangat tepat untuk dikembangkan di Indonesia sebagai bisnis sayuran. Sawi (Caisim) merupakan salah satu tanaman sayur-sayuran yang mudah untuk dibudidayakan. Hal inilah yang membuat banyak kalangan yang menyukai dan menggunakan/memanfaatkan sayuran ini.

Sayuran Organik
Dilihat dari beberapa aspek seperti aspek klimatologis, aspek teknik, aspek ekonomis dan aspek sosial, Sawi (Caisim) mempunyai cukup banyak kelebihan dan manfaat untuk dijadikan usaha di Indonesia. Orang asing menyebut Sawi (Caisim) dengan mustard. Dalam perdagangan internasional, perdagangan Sawi (Caisim) disebut dengan Indian mustard (Sawi india), Chinese mustard (Sawi Cina),  Green mustard (Sawi Hijau).

Tanaman Sawi yang termasuk kedalam kelas Dicotyledonae, ordo Rhoeadales, dan dari genus Brassica. Tanaman ini umumnya memiliki daun panjang, mempunyai daun yang halus, tidak memiliki bulu serta tidak berkrop. Ada bermacam-macam tanaman Sawi (Caisim), diantaranya Sawi (Caisim) putih, Sawi (Caisim) hijau, Sawi (Caisim) keriting, Sawi (Caisim) huma dan Sawi (Caisim) China. Sawi (Caisim) yang paling dikenal adalah Sawi (Caisim) China yang suka dipakai di dalam hidangan baso.

Sebenarnya Sawi (Caisim) bukanlah tanaman asli Indonesia. Sawi (Caisim) berasal dari daerah lain di Asia. Tapi karena di Indonesia memiliki iklim, cuaca, juga tanahnya sehingga cocok untuk tumbuh kembangnya Sawi (Caisim) di Indonesia. Sawi (Caisim) bisa tumbuh di tempat yang berudara dingin maupun panas sehingga bisa ditanam di dataran rendah Maupun tinggi. Namun, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, Sawi (Caisim) harus ditanam di dataran tinggi.

Wilayah penanaman Sawi (Caisim) yaitu mulai dari ketinggian 5 s/d 1.200 meter dpl. Akan tetapi idealnya, Sawi dibudidayakan di wilayah yang memiliki ketinggian 100 s/d 500 meter dpl. Tanaman Sawi (Caisim) merupakan tanaman yang tahan terhadap air hujan sehingga bisa ditanam sepanjang tahun. Hanya saja saat kemarau mesti disiram secara teratur. Sawi (Caisim) juga merupakan tanaman yang dalam pertumbuhannya memerlukan udara yang sejuk.

Sawi (Caisim) akan lebih cepat tumbuh bila ditanam di dalam kondisi yang lembap. Tanaman ini cocok jika ditanam di akhir musim penghujan karena Sawi (Caisim) adalah tanaman yang tak suka terhadap air yang menggenang. Sebab dalam waktu singkat Sawi (Caisim) akan membusuk. Sawi (Caisim) cocok ditanam di tanah yang tak padat, mengandung zat hara dan humus yang besar jumlahnya, subur dan mempunyai sirkulasi air yang baik. Derajat keasaman (pH) tanah yang optimal untuk pertumbuhan Sawi (Caisim) yaitu kira-kira pH 6 hingga pH 7.

Sawi (Caisim) dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan bayam, kangkung, wortel, maupun bawang daun. Di samping itu, Sawi (Caisim) dapat pula ditanam dengan cara monokultur. Sawi (Caisim) memiliki beberapa manfaat yaitu melancarkan pencernaan, menyembuhkan sakit kepala, membersihkan darah, memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan tenggorokan gatal pada orang yang batuk.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR SANGAT MUDAH, PRAKTIS, dan DAPAT DIAPLIKASIKAN UNTUK SELURUH LAPISAN MASYARAKAT.

Organik, Dasar Organik, Pupuk Cair, Pupuk Organik, Tips dan Trik

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging (kalau bahan ini semua peternak pasti tahu dan sering dipergunakan juga untuk pakan).

2. Potong kecil-kecil semua bahan, agar proses pembusukan berlangsung sempurna, semakin kecil semakin bagus (bisa juga menggunakan mesin giling/rajang yg biasa dipakai peternak, masih ada hubungan kan dengan peternak?)

3. Siapkan cairan bioaktivator Propuri (produk lain no komentlah, soalnya produk tsb. penulis metodologi ini). Berikut penyiapan larutan bioaktivator Propuri :
  • siapkan sprayer 1 liter (kalau tidak punya ada kok saya jual, he)
  • isi sprayer dengan air, sebaiknya gunakan air sumur (pokoknya air sumurlah, jangan banyak tanya, hehe)
  • tuangkan propuri ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter dicampur 1-2 tutup botol propuri
  • kocok sampai rata, larutan siap untuk diminum (maaf untuk digunakan)

4. Setelah sampah terkumpul dan dirajang/dipotong, semprotkan secara merata ke seluruh sampah, masukkan sampah ke dalam komposter dan tutup rapat.

5. Pada awal pemakaian, komposter baru dapat menghasilkan lindi atau pupuk cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 2-3 hari (enak mana sama ternak ayam kampung? ini panen setiap 2-3 hari bro!, he)

Pengambilan lindi sebaiknya hanya sebatas keran saja. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah keran sebaiknya tidak perlu diambil. Pasalnya terkandung cukup banyak mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah di dalam komposter (nah ingat, jangan rakus-rakus, kayak koruptor, he)

Jika pengomposan awal sudah dilakukan, selanjutnya sampah baru sudah dapat dimasukkan setiap hari, jangan lupa menyemprotkan bioaktivatornya.

Mudah Bukan? Silahkan dicoba dan kita diskusikan bersama disini.

Cara Aplikasi :

Pupuk cair organik yang baru dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan kembali bioaktivator Propuri dengan takaran 1 tutup botol untuk 1-2 liter lindi, lalu diamkan 2-3 hari agar bakteri berkembang biak dengan cepat. Pupuk Organik cair ini dapat disimpan 1-2 bulan. Selama penyimpanan lindi, botol sebaiknya jangan ditutup, biarkan terjadi sirkulasi udara. Jika langsung ditutup lindi dapat menghasilkan gas.

Cara Aplikasi ke Tanaman :
  • Campurkan pupuk organik cair dengan perbandingan 1:5 (POC:Air).
  • Siramkan lindi ke tanaman, baik sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias, penyiraman seminggu sekali.
  • Campuran 10 liter POC (lindi) dengan 50 liter air cukup untuk satu kali pemakaian di kebun sayuran berukuran 10 x 10 meter.


Dikutip dari Komunitas Lele Sangkuriang

Artikel ini ditulis ulang oleh :
Maju Bersama Poultry Shop https://www.facebook.com/photo.php?fbid=633947086662766&set=a.219275454796600.52885.206350232755789&type=1&relevant_count=1

Dari buku Membuat Pupuk Organik Cair, oleh : Sukamto Hadisuwito

Foto sumber : http://warasfarm.wordpress.com/2013/03/19/cara-membuat-pupuk-organik-cair-mol-dan-kompos/

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau